Minggu, 11 Juni 2023

Materi Pakan Ternak Unggas : Proses pembuatan pakan Membuat Pellet

 

Proses pembuatan pakan  Membuat Pellet

 

    Membuat pellet merupakan proses memadatkan campuran  pakan tepung.  Pross pembuatan pellet mempunyai kelebihan dan kekurangan. Masing-masing dijelaskan sbb:

 Kelebihan dan Kekurangan

 1). Kelebihan

·      Pakan menjadi lebih padat dari bentuk tepung sehingga menghemat gudang penyimpanan, dan biaya pengangkutan

·      Tidak terjadi perpisahan partikel besa dan kecil seperti pakan tepung

·      Bahan pakan yang berdebu yang tidak bisa dicampur pada pakan bentuk tepung dapat dignakan pada pakan pellet

·      Pemanasan bahan sebelum dibuat pellet akan membunuh bakteri, dan meningkatkan nilai gizi

·      Penanganan pelllet lebih mudah dan kehilangan pakn lebih sedikit

·      Konsumsi pakan lebih cepat dan mudah

·      Ayam tidak bisa memilih bahan pakan yang besar. 

2). Kekurangan

·      Biaya mesin pellet mahal

·      Memerlukan tenaga kerja terampil

·      Biaya perawatan mesin pellet mahal

·      Konsumsi energi tinggi

 

Tahap Pembuatan Pellet

     Proses pembuatan pellet dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu pengkondisian bahan pakan dengan air, tetes atau dengan uap panas, pembentukan pellet, pendinginan pellet dan mengayak pellet jadi


Diagram pembuatan pellet

 

1). Pengkondisian

 Pengkondisian yang paling banyak dilakukan adalah penambahan tetes dan uap panas. Tets yang ditambahkan disarankan tidak lebih dari 12%, jika terlalu banyak bahan pakan akan menggumpal. Penambahan tetes dimaksudkan untuk meingkat energi dan aroma pakan. Uap panas dari boiler diperlukan untuk menimgkat daya rekat bahan dan membunuh bakteri. 

 Pada mesin pellet kapasitas kecil (1-2 ton per jam) sering tidak ditambahkan uap air, sebagai gantinya ditambah air dengan dosis tidak lebih dari 2%. Operator  mesin boiler harus terlatih dan memerlukan sertifikat opertor dari departeen tenaga kerja. Keslahan pengoperasian boiler dapat meledak dan mencedarai operatornya.



2). Pengepresan

 Bahan pakan yang dikondisikan kemudian akan dipres dengan tekanan tinggi (1.200 kg/cm2) melalui lubang kecil. Bahan baku ditekan dan setelah keluar dari loang dipotong dengan pisau secara otomatis. Besarnya diameter lubang bervariasi antara 2 -10 mm. Mesin yang dipakai disebut mesi  pellet. Jenis mesin pellet ada 2 yaitu berbentuk ulir (auger), dan ring-die preses. 

3). Pendinginan

 Pellet yang keluar dari mesin pellet masih panas dan lunak karena terjadinya gesekan pada proses pembuatan pellet. Untuk itu perlu didinginkan dan dikeringkan. Pendinginan dilakukan dengan mengalirkan udara kedalam pakan pellet pada mesin pendingin vertikal.  Proses pendnginan berlangsung selama 15-20 menit.

4).    Pengayakan/Pembuatan Crumble

Untuk pakan yang akan diberikan dalam bentuk pellet, maka pellet yang sudah dingin akan diayak. Tujuan pengayakan untuk memisahkan partikel kecil pada pellet. Untuk pakan yang akan dibuat crumble maka pakan pellet yang sudah jadi akan dihancurkan lagi dengan mesin crumble. Seperti tertera pada gambar 25, 26 dan 27.

5).    Penimbangan dan Pengemasan

 Pellet yang sudah jadi timbang dalam karung sebanyak 50Kg. Karung karung tersebut kemudian dijahit dan disusun dalam gudang penyimpanan.

Di banyak negara Eropa, pakan tidak dimasukkan karung, tetapi diangkut ke farm dalam bentuk curah. Pengangkutan dengan mobil tangki khusus. Di lokasi farm, pakan disimpan dalam silo untuk selanjutnya diberikan ke ayam melalui tempat pakan otomatis. 

6. Kendala Yang Dihadapi.

 Kendala yang umum dihadapi dalam

usaha pembuatan ransum unggas adalah :

·      Ketersediaan bahan baku.

·      Bahan baku pakan sulit untuk tersedia sepanjang waktu dengan kualitas yang sama.

·      Peralatan untuk pembuatan pakan cukup mahal.

·      Kualitas bahan baku berfluktuasi sebagai formulasi harus selalu disesuaikan dengan kualitas bahan baku pakan tersebut.

 

7.                                          7. Koreksi Prosedur Pencampuran

 

Pada saat melaksanakan prosedur pencampuran kadang terjadi kesalaahan atau penyimpangan prosedur yang mengakibatkan: pakan tidak homogen, pakan tumpah, kecelakaan

a.   Pakan tumpah

Pakan tumpah biusa disebabkan oleh pintu outlet horizontal mixer tidak tertutup, atau pintu outlet lupa menutup atau terlambat menutup saat pengarungan pakan. Kesalahan-kesalahan tersebut harus segera dikoreksi agar tidak terulang lagi

 

b.   Pakan tidak homogen

Kemungkinan penyebab pakan tidak homogen adalah waktu mencampur kurang lama, ukuran partikel bahan pakan tidak sama. Kesalahan tersebut juga segera dikoreksi agar tidak terulang lagi.

 

c.    Pakan terkontaminasi

Penyebab kontaminasi bisa bahan baku yang tidak dikehendaki, atau sisa pencampuran pakan sebelumnya. Tindakan koreksi disesuaikan dengan kesalahan prosedurnya. Pada saat mengambil bahan pakan harus cermat, pembersihan mixer harus bersih sebelum dipakan mencampur pakan yang berbeda.

 

d.   Kecelakaan

Penyebab kecelakaan kemungkinan pada saat membersihkan mixer. Pastikan mixer dalam posisi OFF pada saat membersihkan. Untuk keamanan ganda pada saat membersihkan bisa mematikan (OFF) MCB pada panel listrik.

 

Kecelakaan lain adalah kesalahan mengangkat bahan pakan atau pakan jadi yang menyyebabkan cedera. Angkat bahan pakan dengan posisi yang benar, dan jangan mengangkut beban lebih dari 50 kg.  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...