Minggu, 11 Juni 2023

Materi Pakan Ternak Unggas : Metode Penyimpanan Pakan

 

Metode Penyimpanan Pakan

Penyimpanan dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan spesifikasi bahan pakan dan pakan, dengan tujuan untuk mempermudah proses penyimpanan dan pembongkaran kembali bahan pakan dan pakan tersebut. Beberapa cara penyimpanan antara lain penyimpanan dalam kemasan karung atau kemasan lainnya, penyimpanan dalam bentuk curah di lantai gudang penyimpanan,  dalam bentuk curah di dalam tangki dan penyimpanan dalam bentuk curah di dalam silo dan bin.

a). Penyimpanan  di gudang dalam bentuk kemasan

Sebelum disimpan di dalam gudang, bahan pakan dan pakan terlebih dahulu dikemas di dalam karung.   Untuk  bahan pakan kemasannya dapat berupa karung goni maupun karung plastik, bahkan ada yang dikemas dalam kantong yang terbuat dari kertas. Untuk pakan biasanya digunakan karung plastik.

(1). Tata letak penempatan

Untuk mendapatkan sistem penggudangan yang efektif  maka perlu dilakukan perencanaan tata letak penempatan bahan yang akan disimpan. Diantara tumpukan bahan terdapat lorong-lorong. Pengaturan lorong-lorong diantara tumpukan karung  dimaksudkan untuk memperlancar pengaturan lalu lintas bahan di dalam gudang serta untuk peredaran udara yang memadai.

Pengaturan tata letak penempatan bahan pakan atau pakan  erat kaitannya dengan proses pemasukan  untuk disimpan dan pengeluaran  untuk digunakan atau didistribusikan, Pemasukan dan pengeluaran ini harus mengacu sistem  FIFO (first in first out). Yang dimaksud sistem FIFO adalah bahan yang datang terlebih dahulu harus di keluarkan/ digunakan terlebih dahulu. Pakan yang diproduksi dahulu harus didistribusikan dahulu.

(2). Cara  Penumpukan  Bahan

Untuk penyimpanan bahan pakan atau pakan dengan menggunakan karung, cara penumpukannya  dapat dilakukan dengan  sistem pallet atau staffel. Sistem pallet biasanya digunakan cara penumpukan model kunci 5 (lima). Untuk penyimpanan dan pembongkaran mengggunakan alat bantu (forklift).

b). Penyimpanan  dalam bentuk curah di dalam gudang

Penyimpanan dalam bentuk curah di dalam bin artinya bahwa pakan disimpan dalam bentuk curah (tanpa kemasan)   di dalam tangki-tangki penyimpanan yang disebut dengan bin, selanjutnya didistribusikan dengan menggunakan kendaraan khusus, diantaranya menggunakan dum truck.

c). Penyimpanan  dalam bentuk curah di dalam silo

Penyimpanan dalam bentuk curah di dalam silo artinya bahwa bahan pakan disimpan dalam bentuk curah  di lantai di dalam ruang penyimpanan khusus yang berbentuk silinder yang disebut dengan silo. Lantai gudang (lantai silo) membentuk kerucut dengan posisi runcing berada di bawah, sehingga bahan pakan akan mengumpul ke bawah. Proses penyimpanan dan pembongkaran dihubungkan dengan system transport (conveyor) yang dijalankan secara otomatis (menggunakan tenaga listrik). Cara ini biasanya dilakukan untuk bahan pakan yang berbentuk biji-bijian, seperti jagung. 

d). Penyimpanan  dalam bentuk curah di dalam bin

Penyimpanan dalam bentuk curah di dalam bin dapat berupa:

·         Bahan pakan yang akan digiling

·         Bahan pakan hasil penggilingan untuk proses pembuatan pakan selanjutnya.

·   Pakan jadi yang disimpan sementara di dalam bin sebelum proses dikemas atau didistribusikan. Proses penyimpanan dan pembongkarannya memerlukan bantuan sistem transport (conveyor) yang dijalankan secara otomatis dengan menggunakan tenaga listrik. 

e). Penyimpanan  dalam bentuk curah di dalam tangki

Penyimpanan cara ini digunakan untuk bahan pakan yang berbentuk cair, seperti tetes (molasses) atau minyak nabati. Penyimpanan cara ini biasanya dilengkapi dengan pompa untuk mempermudah proses pengeluaran bahan yang akan digunakan dalam pembuatan pakan.

f). Penyimpanan  dalam bentuk lain

Bahan pakan yang akan digunakan dalam pembuatan pakan tidak selamanya dalam bentuk kemasan karung, baik karung goni, karung plastik, maupun kantong (zak) yang terbuat dari kertas, ataupun dalam bentuk curah. Ada kalanya bahan pakan dalam bentuk kemasan kardus, kaleng maupun drum. Bahan-bahan ini biasanya berupa obat-obatan, vitamin, mineral  dan asam amino, dengan cara penyimpanan sama seperti penyimpanan di dalam gudang, tetapi memerlukan persyaratan dan perlakuan khusus sesuai dengan karakteristik bahannya, misalnya harus di ruang ber AC

 

2). Tata  Letak Penempatan Pakan

Untuk mendapatkan sistem penyimpanan   yang efektif,   maka perlu dilakukan perencanaan tata letak penempatan penyimpanan pakan.   Diantara susunan pakan  terdapat  lorong-lorong,  digunakan  sebagai  jalur  pemindahan  pakan menggunakan forklift, dari pengemasan ke penyimpanan maupun dari penyimpanan dimuat ke kendaraan untuk didistribusikan ke pelanggan. Pengaturan tata letak penempatan pakan bertujuan mempermudah proses pemasukan untuk  disimpan dan pengeluaran   untuk  didistribusikan,  dengan mengacu sistem   FIFO (First in First Out). Yang dimaksud sistem FIFO adalah pakan yang diproduksi dahulu harus didistribusikan dahulu.

 

a). Cara Penyusunan Pakan

 

(1). Kunci Lima

Untuk penyimpanan pakan dengan kemasan, cara penyusunannya   dapat dilakukan dengan  sistem staffel atau kunci 5. Cara penyusunan ini dilakukan apabila sistem penyimpanan dan pembongkaran pakan menggunakan forklift. Penyusunan pakan dilakukan di tempat pengemasan (bagging), selanjutnya di bawa ke tempat penyimpanan dengan bantuan alat (forklift). Pada saat akan didistribusikan, pakan diambil dari tempat penyimpanan juga menggunakan forklift.




(2). Penumpukan cara staffel

Cara penumpukan stafel digunakan jika penumpukan dan pembongkaran dilakukan dengan tenaga manusia. Tujuan model stafel untuk mencegah agar susunan pakan tidak mudah runtuh dan memberikan aerasi yang baik. Penumpukan dengan cara menyusun sejajar pakan dalam karung pada lapis kesatu, kemudian lapis kedua dengan arah yang berlawanan dengan arah karung pada lapis kesatu. Lapisan ketiga mengulangi lepisan kesatu dan seterusnya secara bergantian. Gambar 14 dan 15 menggambarkan cara penumpukan dengan cara staffel.

 


  1.   Jenis-jenis kerusakan

Pakan dapat mengalami kerusakan pada   waktu   peyimpanan di gudang. Kerusakan yang terjadi ada yang dapat dilihat atau tidak dapat dilihat. Penyebabnya dapat bersifat unsur kesengajaan atau dapat timbul dengan sendirinya.   Kerusakan   yang   dapat   timbul   terhadap   pakan   pada   saat penyimpanan antara lain:

 

a.      Penyusutan atau kehilangan berat.

b.     Perubahan ukuran dan bentuk.

c.      Penurunan mutu dan perubahan jenis mutu.

d.     Penurunan atau kehilangan nilai gizi.

e.      Kehilangan harga / penurunan nilai ekonomi.

 

3). Faktor-faktor penyebab  kerusakan

Faktor penyebab kerusakan pakan dapat dibedakan menjadi faktor biotik dan faktor abiotik.

 

a). Faktor biotik

Kerusakan yang disebabkan oleh faktor biotik adalah kerusakan yang disebabkan oleh jazad renik (mikroorganisme), serangga, tikus, burung, serta fisiologis. Jenis kerusakan yang terjadi digolongkan menjadi kerusakan mikrobiologik, kerusakan biologik dan kerusakan fisiologik. Tumbuhnya bakteri, jamur dan kapang di dalam bahan akan menyebabkan terjadinya perubahan mutu dan nilai gizi. Selain itu dapat juga menimbulkan bahaya keracunan. Serangga yang merupakan hama gudang   terdiri dari dua golongan, yaitu golongan pijer (Lepidoptera) dan golongan kumbang dan tungau (Coleoptera).

b). Kerusakan abiotik

Kerusakan yang disebabkan oleh faktor abiotik adalah kerusakan yang  disebabkan oleh fisik-mekanik dan kimiawi. Jenis kerusakan yang terjadi dapat digolongkan menjadi kerusakan fisik-mekanik dan kerusakan kimiawi. Kerusakan fsik-mekanik dapat disebabkan oleh benturan, himpitan, gesekan, turun naiknya suhu dan kelembaban. Suhu dan kelembaban merupakan faktor lingkungan fisik yang  terpenting,  sebab kedua faktor ini    mempengaruhi kadar air dan aktifitas air.

c). Tanda-tanda  kerusakan

Penentuan jenis dan penyebab kerusakan pakan didalam gudang dapat dilakukan/diketahui apabila sebelumnya diketahui tanda-tandanya. Tanda-tanda kerusakan  fisik-mekanik dapat  diketahui apabila pakan  menjadi remuk, retak, pecah dan sebagainya. Demikian juga jika terjadi       pengembunan pada beberapa bagian   gudang dan pakan. Apabila terjadi perubahan warna, rasa aroma, tektur, kegiatan respirasi dan timbulnya berbagai macam gas H2O, CO2, amonia  merupakan  tanda-tanda kerusakan fisiologik.  Timbul  bau apek, tengik, atau bau tidak sedap lainnya, merupakan tanda-tanda kerusakan kemik. Di dalam gudang kadang-kadang dijumpai bagian-bagian tertentu yang menjadi panas atau kenaikan suhu. Hal ini disebabkan  karena adanya aktifitas mikroorganisme   di   dalam   bahan,   selain   itu   juga   terjadi   penggumpalan, perubahan warna dan dapat dilihat tumbuhnya jamur. Serangan hama tikus ditandai  adanya lubang, kotoran atau   sarang, dan  bau urine tikus.

 

Pemicu kerusakan pakan di dalam gudang dapat terjadi karena beberapa hal:

(1)   Tidak adanya pengaturan udara (ventilasi) yang  baik, menyebabkan timbulnya panas (kenaikan suhu) dan kenaikan kadar air yang memungkinkan terjadinya pengembunan pada tumpukan bahan pakan dan pakan. Keadaan ini mengundang serangan hama jasad renik maupun serangga.

(2)   Perlakuan yang kurang baik terhadap bahan pakan dan pakan sebelum digudangkan, seperti pengeringan, pembersihan dan pengemasan.

(3)   Tidak  dilakukan  fumigasi  atau  cara-cara  pencegahan  lainnya  terhadap aktifitas hama

(4)     Keadaan gudang yang kurang bersih dan kurang terawat menyebabkan banyaknya tikus dan berbagai hama lainnya.

 

d). Mengatasi  kerusakan

Tindakan untuk mengatasi kerusakan bahan pakan dan pakan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu tindakan pencegahan (preventif) dan tindakan pemberantasan  hama  (kuratif).  Secara  umum  untuk  mengatasi  kerusakan bahan pakan dan pakan dapat dilakukan dengan cara mengatur kondisi lingkungan serta penggunaan insektisida/fungisida, maupun rodentisida.

 

a). Mengatur kondisi lingkungan

Pengaturan kondisi lingkungan lebih bersifat pencegahan, dengan melakukan pengaturan terhadap kelembaban udara, suhu udara serta kebersihan gudang dan lingkungannya. Kondisi di Indonesia suhu udara berkisar 22-34ºC, kelembaban 52-89%, dengn curah hujan yang  tinggi. Sementara kondisi yang ideal untuk gudang penyimpanan adalahpada suhu18ºC dengan kelembaban 65%.

 

b). Penggunaan insektisika, fungisida, dan rodentisida

Insektisida dan fungisida merupakan racun untuk memberantas hama serangga dan    jamur. Racun yang digunakan dapat berupa racun kontak, racun pencernaan dan racun pernapasan atau fumigan. Beberapa jenis insektisida kontak antara lain Lindane, Dichlorvos, Benzene Hexachlorida, Dieldrin dan sebagainya. Beberapa jenis fumigan antara lain Phostoxin, Karbon disulfida (CS2), Metilbromida, Gas hidrosianida (HCN) dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...