PERENCANAAN KEGIATAN USAHA
AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS
Perencanaan (Planning) adalah suatu rangkaian persiapan
tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis-garis
besar atau petunjuk yang harus diikuti jika menginginkan hasil yang baik
sebagaimana yang direncanakan. Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan,
merumuskan tujuan dan mengatur pendayagunaan manusia, material, metode dan waktu
secara efektif dalam rangka mencapai tujuan.
Langkah-langkah untuk membuat suatu rencana adalah:
1. Menetapkan tugas dan tujuan
2. Mengobservasi dan menganalisis
3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
4. Membuat sintesa
5. Menyusun rencana
Perencanaan dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu dan ruang lingkup.
1. Menurut Jangka Waktu
Menurut jangka waktunya,
perencanaan dapat dikelompokkan menjadi:
a. Perencanaan jangka panjang
b. Perencanaan jangka pendek
2. Menurut Ruang Lingkup
Menurut ruang lingkupnya,
perencanaan dapat dibagi menjadi 3 macam:
a. Perencanaan fisik
b. Perencanaan fungsional
c. Perencanaan menyeluruh
Kegiatan usaha peternakan, termasuk kegiatan usaha ternak unggas bertujuan memelihara ternak untuk diambil
manfaatnya sebesar-besarnya bagi
kesejahteraan manusia dan alam
sekitarnya. Bermacam-macam manfaat yang dapat
diperoleh dari usaha peternakan. Bagi peternak pada umumya, pemeliharaan ternak
unggas bertujuan memperoleh pendapatan atau penghasilan yang melebihi total
biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain, laba usaha adalah salah satu tujuan
dari usaha ternak unggas.
PENENTUAN SKALA RENCANA USAHA TERNAK UNGGAS
Penentuan skala usaha ternak unggas tentunya dilakukan
setelah menentukan atau memilih jenis komoditas ternak unggas yang akan
dipelihara, yaitu unggas pedaging (ayam pedaging/broiler) atau unggas petelur
(ayam petelur/layer).
Menentukan skala usaha ternak
unggas berarti menentukan
berapa ekor ternak unggas
yang akan dipelihara agar usaha
dapat berjalan dengan
lancar, terus-menerus, dan menguntungkan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan skala
usaha ternak unggas, yaitu:
KEBUTUHAN/PERMINTAAN PASAR
Pasar
merupakan faktor penting dalam menentukan arah dan skala usaha. Percuma
memelihara ternak unggas
dalam jumlah besar jika hasil produksi tidak bisa dipasarkan. Jumlah pemeliharaan ternak unggas hendaknya sesui dengan
kapasitas pasar atau kemampuan memasarkan. Suplay
yang melebihi permintaan dapat mengakibatkan harga jatuh dan itu berarti
kerugian bagi peternak. Maka dari itu, sebelum beternak terlebih dahulu
perlu dilakukan survey pasar. Dimulai dari jumlah yang kecil dahulu untuk kemudian
bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasar.
Jumlah ternak unggas yang akan dipelihara tergantung pada besar-kecilnya modal yang dimiliki. Semakin besar modal (uang) semakin banyak pula ternak unggas yang dapat dipelihara asalkan faktor-faktor lain mendukung. Sebaliknya, semakin kecil modal, jumlah ternak unggas yang dapat dipelihara juga semakin sedikit. Modal untuk usaha ternak unggas yang digunakan adalah modal investasi dan modal kerja.
KETERSEDIAAN LAHAN
|
|
|
Jika
menghendaki usaha ternak unggas
dengan kandang milik sendiri, maka
ternak unggas dengan kepadatan kandang 10 ekor per meter persegi
(1:10), maka untuk pemeliharaan 1.000 ekor dibutuhkan lahan untuk kandang seluas 1.000/10
= 100 m2. Jika kandang tingkat 2, maka luas tiap lantai adalah 50 m2.
Namun, perlu dibangun pula mess karyawan (anak kandang), gudang pakan, tempat
mencuci tempat pakan dan minum serta peralatan pakan, saluran drainase, dan
gudang tempat penyimpanan alat.
|
|
|
Jika
kandang sudah tersedia, kapasitas kandang dan jumlah perlengkapan menentukan
skala usaha. Misalkan, luas kandang adalah 100 m2 maka populasi
ayam broiler (pedaging) sekitar 100 x10
ekor = 1.000 ekor, sampai bobot panen
rata-rata 1,5 kg/ekor. Bentuk dan sistem kandang juga mempengaruhi jumlah
kapasitas kandangnya. Pada kandang dengan sistem full closed house kapasitas maksimal yang bisa dicapai 32-35 kg/m2.
Pada kandang yang menggunakan nipple
drinker juga dapat menambah kapasitas kandang 10-20 % dari total kapasitas
yang terpasang.
EFISIENSI
BIAYA PRODUKSI
|
|
|
Efisiensi
produksi terkait dengan jumlah tenaga kerja dan penggunaan bahan bakar pemanas.
Misalkan, untuk memelihara ayam
broiler 1.000 ekor sebenarnya belum memerlukan tenaga kerja tetapi cukup
dikerjakan sendiri. Idealnya 1 orang tenaga kerja mampu menangani minimal 5.000
ekor ayam broiler karena pada kandang semi ataupun full closed housed efisiensi penggunaan tenaga kerja terlihat
nyata. 1 orang tenaga kerja dapat menghandle 10.000 hingga 25.000 ekor ayam
broiler.
KEBUTUHAN SARANA PRASARANA PADA USAHA TERNAK UNGGAS
Salah satu aspek
yang perlu direncanakan sebelum memulai usaha adalah kebutuhan sarana prasarana
produksi ternak unggas. Sarana prasarana produksi yang tersedia sangat menentukan keberhasilan dalam usaha ternak
unggas. Semakin lengkap dan terpenuhinya sarana
prasarana produksi untuk kegiatan sehari-hari, kemungkinan berhasil dalam usaha
ternak unggas semakin tinggi. Ketersediaan dan kelengkapan sarana prasarana
produksi memerlukan perencanaan matang, baik berupa jenis maupun perhitungan
jumlah yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan ternak
unggas. Jenis dan jumlah sarana produksi yang dibutuhkan oleh setiap peternakan
tentunya berbeda-beda. Kebutuhan sarana produksi tergantung dari jenis ternak
unggas yang dipelihara, sistem pemeliharaan, skala pemeliharaan, teknologi yang
digunakan serta modal yang dimiliki. Beberapa sarana produksi yang biasa
dipergunakan untuk usaha ternak unggas sebagai berikut:
|
|
TANAH/LAHAN USAHA |
Sebelum memulai usaha, perlu direncanakan dengan matang tentang pemilihan lokasi dan lahan yang sesuai dengan kondisi kebutuhan ternak namun tidak mengganggu lingkungan masyarakat. Status lahan juga harus diperhatikan apakah milik pribadi/perusahaan atau sewa, apabila sewa harus memperhatikan keberlangsungan usaha dan kondisi kandang/bangunan, jadi minimal lama waktu sewa selama 5 (lima) tahun.
Bibit yang dimaksud dalam usaha
unggas pedaging adalah DOC (Day Old Chick).
DOC dapat diperoleh dari Poultry Shop
atau tempat pembibitan unggas (breeding Farm). Contoh
pemeliharaan DOC tertera pada gambar
KANDANG DAN BANGUNAN
a. Jenis Bangunan
1) Kandang
ternak unggas.
2) Gudang
penyimpanan bahan baku, gudang
pakan,
gudang peralatan, ruang penyimpanan telur dan tempat
penyimpanan obat.
3) Penampungan air bersih.
4) Penampungan dan saluran pembuangan limbah.
5) Bangunan
kantor untuk urusan administrasi.
b. Konstruksi Bangunan
1) Luasan bangunan dapat memenuhi daya tampung ternak sesuai tujuan pemeliharaan.
2) Untuk menjamin masuknya udara segar dengan
leluasa kedalam kandang dan keluarnya udara kotor/berdebu secara bebas dari
kandang
3) Memiliki saluran pembuangan limbah.
4) Terbuat
dari bahan yang ekonomis,
kuat dan mudah didapat
namun dapat menjamin kemudahan pemeliharaan, pembersihan dan desinfeksi
kandang.
5) Bahan
dan kontruksi kandang menjamin ternak terhindar dari kecelakaan dan kerusakan
fisik.
|
|
PAKAN UNGGAS |
Pakan
ternak unggas merupakan faktor yang sangat penting dan mutlak harus ada untuk
meningkatkan produksi seperti halnya makanan pada manusia. Pakan ternak unggas
yang baik adalah pakan yang mengadung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan
mineral. Protein merupakan unsur utama
dalam pertumbuhan dan pemeliharaan organ tubuh, sedangkan karbohidrat
berfungsi untuk memenuhi kebutuhan energi atau tenaga.
VAKSIN,
OBAT-OBATAN, VITAMIN DAN
DESINFEKTAN (VVOD)
Ada petatah
mengatakan “lebih baik mencegah dari pada mengobati “. Pepatah semacam ini
berlaku bagi usaha ternak unggas. Salah satu cara pencegahan terhadap penyakit
ayam adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah Obat-obatan diberikan
untuk mengobati atau memberi penanganan apabila ayam sudah terkena suatu
penyakit. Vitamin bisa diberikan pada saat ayam memerlukan terutama menghadapi
tekanan aau stressor kondisi lingkungan, misalnya saat DOC datang atau setelah
vaksinasi.
ALAT
DAN MESIN PETERNAKAN
Usaha peternakan hendaknya memiliki sejumlah peralatan pemeliharaan sesuai dengan kapasitas/jumlah ternak yang dipelihara. Terdapat banyak bahan alat dan mesin peternakan yang dapat dipilih. Pertimbangannya, alat dan mesin tersebut mudah digunakan dan dibersihkan serta tidak mudah berkarat. Alat yang diperlukan antara lain:
1)
Tempat
pakan (feeder)
2)
Tempat
Minum (waterer)
3)
Alat
pembersih kandang seperti ember, sekop, sapu, sabit, garpu dan sprayer
4)
Peralatan
kesehatan
5)
Timbangan
6)
Alat
pencampur bahan baku pakan
|
|
SARANA AIR BERSIH |
Usaha peternakan secara mutlak memerlukan air bersih. Ternak unggas membutuhkan
air minum setiap hari dan seumur hidup. Air yang digunakan harus memenuhi baku
mutu air yang sehat yang dapat diminum oleh manusia dan ternak serta tersedia
sepanjang tahun. Air juga digunakan sebagai sarana kebersihan kandang dan
lingkungan.
SUMBER ENERGI
Sebagai
penghangat kandang pada pemeliharan ternak unggas, terutama untuk anak unggas
yang belum lengkap pertumbuhan bulu
diperlukan energi berupa panas yang bersumber dari energi listrik, gas atau batu bara.
Sumber energi listrik diperlukan sebagai sumber panas dan penerang kandang saat malam hari.
Sumber daya energi ini sangat mendukung perkembangan peternakan. Sebagai upaya
pencegahan terhadap pemadaman listrik diperlukan generator listrik.
Sarana
transportasi ini berfungsi sebagai alat angkutan bibit, pakan, hasil panen dan
kegiatan administrasi lainnya. Peralatan transportasi pendukung kegiatan usaha ternak unggas seperti truk, kendaraan
roda dua, dan roda/gerobak.




