Minggu, 11 Juni 2023

Materi Pakan Ternak Unggas : Menentukan Cara Metode Pencampuran Pakan

Menentukan Cara Metode Pencampuran Pakan


Cara-Cara Mencampur Pakan

Mixing (mencampur) menyatukan beberapa bahan pakan, mengaduknya sehingga menjadi campuran yang homogen. Campuran yang homogen bertujuan masa bahan-bahan pakan agar tidak mudah dipisahkan lagi dan jika dikonsumsi unggas akan mendapatkan nutrisi yang merata.  Bahan pakan yang dicampur bisa terdiri dari:

·    Hanya bahan kering saja

·   Bahan kering dengan sebagian kecil bahan cair misal pakan dengan campuran tetes, minyak dengan porsi <10% dari ransum yang kita buat.

·   Mencampur cair dengan cair (lemak, vitamin, minyak)

Untuk mencampur bahan pakan dapat dilakukan secara manual dengan tangan dan alat sederhana sekop, dan secara mekanik dengan alat pencampur (mixer). Jenis mixer ada dua macam yaitu vertical dan horizontal mixer. 

a. Vertikal Mixer

Mixer vertikal terdiri dari bin silinder dengan posisi tegak. Di dalamnya terdapat screw conveyor vertikal yang menggerakkan bahan pakan dari bawah ke atas secara sentralBahan pakan akan jatuh kembali di dalam ruang mixer, kemudian akan digerakkan lagi ke atas dan  jatuh lagi dan seterusnya. Bahan dapat dimasukkan dari atas atau dari bawah dengan bantuan  dump hopper (penampung). Lama pencampuran antara 15-20 menit. Contoh vertikal mixer pada gambar 1 dan 2.

Kelebihan vertical mixer adalah tenaga yang dibutuhkan lebih kecil (5,5 KW untuk mixer dengan kapasitas 2 ton), murah, kapasitas fleksibel. Kekurangannya adalah waktu mencampur lama, pengosongan lambat, perlu bangunan tinggi

 


  • Bin (wadah pakan)
  • Motor listrik penggerak
  • Pulley
  • Tali kipas (belt)
  • Screw
  • As screw
  • Inlet pakan
  • Outlet pakan

b. Horizontal Mixer

Horizontal mixer terdiri dari silinder horizontal (atau berbentuk U), dengan as yang dipasang dengan pisau pencampur berbentuk helix tunggal atau ganda. 

Kelebihan horizontal mixer adalah waktu pencampuran singkat (3-5 menit), pengeluaran pakan cepat, bisa mencampur bahan cair. Kelemahannya adalah investasi tinggi, tenaga penggerak lebih besar (15 KW untuk mixer dengan kapasitas 1 ton/batch).  

 Proses mencampur dimulai dari bahan pakan yang paling sedikit kemudian bahan yang lebih banyak. Urutan pencampuran pada contoh pakan broiler starter adalah tepung ikan, kedelai, dedak, jagung dan terakhir minyak.

 Pada jenis alat tertentu bahan yang sedikit tidak bisa tercampur, sehingga diadakan pencampuran awal (pre mixing) sebelum dimasukkan mixer.

 Bahan yang dicampur awal adalah metionine, lysine, remix mineral, kapur  dan tepung darah.  Pencampuran dilakukan dengan mixer kecil. Kemudian dimasukkan kedalam mixer besar untuk pencampuran.

 Pada mixer horizontal spiral pengaduk  terpasang zig zag, menjadikan proses pencampuran pakan lebih efektif, hanya memerlukan waktu 3-6 menit untuk menjadi pakan yang homogen. Biasanya pengisian mixer dilakukan   dar atas   da pengosongan   dilakukan   dar bawah. Contoh horizontal mizer tertera pada gambar 3 dan 4. Menggunakan mixer horizontal memiliki keuntungan dan kerugian.

  • Bin (wadah penampung pakan)
  • Ribbon blade
  • Poros blade
  • Motor lisntrik ( 1 atau 3 khasez)
  • Pully
  • Pintu Out let
  • Pintu inlet

Kelebihan:

a)    Waktu mencampur (mixing time) relatif lebih singkat

b)   Pengosongan /pengisian relatif lebih cepat

c)    Memungkinkan mencampur bahan cair

 Kekurangan :

a)   Memerlukan daya  listrik lebih besar disbanding horizontal mixer

b)  Investasi lebih besar

c) Kapasitas penggunaan (minimal 80% dari kapasitas pasang)

 

Jumlah Dan Cara Pencampuran

 

Proses Pembuatan Pakan Unggas Meliputi:

1)   Pakan Mash

Pengukuran  dosis (dosing), menggiling bahan pakan (grinding), mencampur bahan pakan (mixing), bagging (mengemas pakan), menyimpan pakan jadi (storing). Waktu yang diperlukan untuk proses tersbut dikenal dengan 1 batch.

2)   Pakan Pellet

Pengukuran dosis (dosing), menggiling bahan pakan (grinding), mencampur bahan pakan (mixing), pelleting (pembuatan pellet), pendinginan (cooling), pengayaan (sieving), bagging (mengemas pakan), dan  menyimpan pakan jadi (storing). Waktu yang diperlukan untuk proses tersbut dikenal dengan 1 batch.

3)   Pakan Crumble

Pengukuran  dosis (dosing), menggiling bahan pakan (grinding), mencampur bahan pakan (mixing), pelleting (pembuatan pellet), pendinginan (cooling), penghancuran (crumbeling), bagging (mengemas pakan), dan  menyimpan pakan jadi (storing). Waktu yang diperlukan untuk proses tersbut dikenal dengan 1 batch.

 

Perhitungan waktu untuk satu proses produksi (batch) diperlukan untuk menghitung kapasitas produksi atau menghitung berapa banyak pakan dapat diproduksi.

Missal : membuat pakan ayam petelur bentuk mash, 1 batch 1.000 kg,memerlukan waktu 90 menit. Jika dalam sehari tersedia 8 jam kerja, dengan efisiensi kerja 80%, maka dapat memproduksi = (8 x 60 menit/90 menit) X 80% = 4 batch, maka pakan yang dapat diproduksi 4 x 1000 kg = 4 ton pakan jadi

 

Jumlah Pencampuran

Jumlah pakan yang akan dicampur tergantung dari jumlah ayam yang dimiliki atau permintaan pasar jika menjual pakan. Perusahaan peternakan/peternak yang biasanya menyusun pakan sendiri adalah peternak ayam petelur.

Missal : peternak memiliki ayam layer sebanyak 20.000 ekor, maka kebutuhan pakan dalam 1 minggu = 20.000 ekor x 120 gram, 7 hari = 16.800 kg. dalam sehari dapat diproduksi 4 ton pakan, maka untuk memenuhi kebutuhan 1 minggu dierlukan pembuatan pakan selama 16.800 kg/4000 kg = 4,2 hari


Cara Mencampur

Cara mencampur bahan pakan menjadi pakan jadi bisa dilakukan secara manual dengan tangan dan secara mekanis dengan bantuan mesin mixer.

1). Mencampur Secara Manual

Mencampur bahan pakan dengan tangan dan atau bantuan alat sekop. Cara ini efektif untuk mencampur pakan dalam jumlah sedikit. Teknik pencampuran ada 2 macam.

Teknik 1

Bahan pakan ditabul dilantai, stau persatu dimulai dari bahan yang porsinya paling banyak ke bahan yang porsinya lebih sedikit, deikian sampai semua bahan tertabur. Aduk dengan tangan atau sekop sampai bahan tercampur merata.

Teknik 2.

Mencampur bahan secara bertahap. Pertama campur bahan yang paling sedikit dengan bahan yang lebih banyak porsinya. Setelar tercampur merata tambahkan bahan yang porsinya lebih banyak, lalu campur lagi sampai merata, demikian setereusnya bertahap sampai semua bahan tercampur merata

2). Mencampur Secara Mekanik

Mencampur secara mekanik adalah mencampur bahan pakan dengan bantuan mesin pencampur (mixer). Keunggulannya adalah waktu mencampur menjadi lebih cepat dibanding secara manual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...