Menentukan Cara Metode Pencampuran Pakan
Cara-Cara Mencampur Pakan
Mixing (mencampur) menyatukan beberapa bahan pakan, mengaduknya sehingga
menjadi campuran yang homogen. Campuran yang homogen bertujuan masa bahan-bahan
pakan agar tidak mudah dipisahkan lagi dan jika dikonsumsi unggas akan
mendapatkan nutrisi yang merata. Bahan
pakan yang dicampur bisa terdiri dari:
· Hanya bahan kering saja
· Bahan kering dengan sebagian kecil bahan cair misal pakan dengan
campuran tetes, minyak dengan porsi <10% dari ransum yang kita buat.
· Mencampur cair dengan cair (lemak, vitamin, minyak)
Untuk mencampur bahan pakan dapat dilakukan secara manual dengan tangan dan alat sederhana sekop, dan secara mekanik dengan alat pencampur (mixer). Jenis mixer ada dua macam yaitu vertical dan horizontal mixer.
a. Vertikal Mixer
Mixer vertikal terdiri dari
bin
silinder dengan posisi tegak. Di dalamnya
terdapat screw
conveyor vertikal yang menggerakkan bahan pakan dari bawah ke atas secara sentral. Bahan pakan akan jatuh kembali di dalam ruang mixer,
kemudian akan digerakkan lagi
ke atas dan
jatuh lagi dan seterusnya. Bahan dapat dimasukkan dari atas atau dari
bawah
dengan
bantuan dump hopper (penampung).
Lama
pencampuran antara 15-20 menit. Contoh vertikal mixer pada gambar 1 dan
2.
Kelebihan vertical mixer adalah tenaga yang dibutuhkan lebih kecil (5,5
KW untuk mixer dengan kapasitas 2 ton), murah, kapasitas fleksibel.
Kekurangannya adalah waktu mencampur lama, pengosongan lambat, perlu bangunan
tinggi
- Bin
(wadah pakan)
- Motor
listrik penggerak
- Pulley
- Tali
kipas (belt)
- Screw
- As
screw
- Inlet
pakan
- Outlet pakan
b. Horizontal Mixer
Horizontal mixer terdiri dari silinder horizontal (atau berbentuk U), dengan as yang dipasang dengan pisau pencampur berbentuk helix tunggal atau ganda.
Kelebihan horizontal mixer adalah waktu pencampuran singkat (3-5 menit), pengeluaran pakan cepat, bisa mencampur bahan cair. Kelemahannya adalah investasi tinggi, tenaga penggerak lebih besar (15 KW untuk mixer dengan kapasitas 1 ton/batch).
Proses mencampur dimulai dari bahan pakan yang paling sedikit kemudian bahan yang lebih banyak. Urutan pencampuran pada contoh pakan broiler starter adalah tepung ikan, kedelai, dedak, jagung dan terakhir minyak.
Pada jenis alat tertentu bahan yang sedikit tidak bisa tercampur, sehingga diadakan pencampuran awal (pre mixing) sebelum dimasukkan mixer.
Bahan yang dicampur awal adalah metionine, lysine, remix mineral, kapur dan tepung darah. Pencampuran dilakukan dengan mixer kecil. Kemudian dimasukkan kedalam mixer besar untuk pencampuran.
Pada mixer horizontal spiral pengaduk terpasang zig zag, menjadikan proses pencampuran pakan lebih efektif, hanya memerlukan waktu 3-6 menit untuk menjadi pakan yang homogen. Biasanya pengisian mixer dilakukan dari atas dan pengosongan dilakukan dari bawah. Contoh horizontal mizer tertera pada gambar 3 dan 4. Menggunakan mixer horizontal memiliki keuntungan dan kerugian.
- Bin (wadah penampung pakan)
- Ribbon blade
- Poros blade
- Motor lisntrik ( 1 atau 3
khasez)
- Pully
- Pintu Out let
- Pintu inlet
Kelebihan:
a)
Waktu mencampur
(mixing time) relatif lebih singkat
b)
Pengosongan /pengisian relatif lebih cepat
c)
Memungkinkan mencampur bahan cair
Kekurangan :
a) Memerlukan daya
listrik lebih besar disbanding horizontal mixer
b) Investasi
lebih besar
c) Kapasitas penggunaan (minimal 80% dari kapasitas
pasang)
Jumlah
Dan Cara Pencampuran
Proses Pembuatan Pakan
Unggas Meliputi:
1)
Pakan Mash
Pengukuran dosis (dosing), menggiling bahan pakan
(grinding), mencampur bahan pakan (mixing), bagging (mengemas pakan), menyimpan
pakan jadi (storing). Waktu yang diperlukan untuk proses tersbut dikenal dengan
1 batch.
2) Pakan Pellet
Pengukuran
dosis (dosing), menggiling bahan pakan (grinding), mencampur bahan pakan
(mixing), pelleting (pembuatan pellet), pendinginan (cooling), pengayaan
(sieving), bagging (mengemas pakan), dan
menyimpan pakan jadi (storing). Waktu yang diperlukan untuk proses
tersbut dikenal dengan 1 batch.
3) Pakan Crumble
Pengukuran dosis (dosing), menggiling bahan pakan
(grinding), mencampur bahan pakan (mixing), pelleting (pembuatan pellet),
pendinginan (cooling), penghancuran (crumbeling), bagging (mengemas pakan),
dan menyimpan pakan jadi (storing).
Waktu yang diperlukan untuk proses tersbut dikenal dengan 1 batch.
Perhitungan
waktu untuk satu proses produksi (batch) diperlukan untuk menghitung kapasitas
produksi atau menghitung berapa banyak pakan dapat diproduksi.
Missal :
membuat pakan ayam petelur bentuk mash, 1 batch 1.000 kg,memerlukan waktu 90
menit. Jika dalam sehari tersedia 8 jam kerja, dengan efisiensi kerja 80%, maka
dapat memproduksi = (8 x 60 menit/90 menit) X 80% = 4 batch, maka pakan yang
dapat diproduksi 4 x 1000 kg = 4 ton pakan jadi
Jumlah Pencampuran
Jumlah pakan
yang akan dicampur tergantung dari jumlah ayam yang dimiliki atau permintaan
pasar jika menjual pakan. Perusahaan peternakan/peternak yang biasanya menyusun
pakan sendiri adalah peternak ayam petelur.
Missal :
peternak memiliki ayam layer sebanyak 20.000 ekor, maka kebutuhan pakan dalam 1
minggu = 20.000 ekor x 120 gram, 7 hari = 16.800 kg. dalam sehari dapat
diproduksi 4 ton pakan, maka untuk memenuhi kebutuhan 1 minggu dierlukan
pembuatan pakan selama 16.800 kg/4000 kg = 4,2 hari
Cara Mencampur
Cara
mencampur bahan pakan menjadi pakan jadi bisa dilakukan secara manual dengan
tangan dan secara mekanis dengan bantuan mesin mixer.
1). Mencampur Secara Manual
Mencampur
bahan pakan dengan tangan dan atau bantuan alat sekop. Cara ini efektif untuk
mencampur pakan dalam jumlah sedikit. Teknik pencampuran ada 2 macam.
Teknik 1
Bahan pakan
ditabul dilantai, stau persatu dimulai dari bahan yang porsinya paling banyak
ke bahan yang porsinya lebih sedikit, deikian sampai semua bahan tertabur. Aduk
dengan tangan atau sekop sampai bahan tercampur merata.
Teknik 2.
Mencampur
bahan secara bertahap. Pertama campur bahan yang paling sedikit dengan bahan
yang lebih banyak porsinya. Setelar tercampur merata tambahkan bahan yang
porsinya lebih banyak, lalu campur lagi sampai merata, demikian setereusnya
bertahap sampai semua bahan tercampur merata
2). Mencampur Secara Mekanik


Tidak ada komentar:
Posting Komentar