Jenis
dan Karakteristik Ternak Unggas Pedaging
Indonesia
merupakan negara agraris. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Indonesia
adalah bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Peternakan merupakan suatu kegiatan
budi daya ternak dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari ternak
tersebut. Subsektor peternakan yang popular di Indonesia terbagi menjadi dua
yakni ternak ruminansia (sapi, kerbau, domba, kambing, babi dan kelinci) dan unggas
(ayam, bebek, dan burung puyuh).
Industri ternak unggas juga berperan
penting dalam penyediaan protein hewani seperti daging ayam dan telur untuk memenuhi
kebutuhan gizi masyarakat. Mengingat semakian tingginya jumlah konsumsi
masyarakat maka semakin tinggi pula permintaan akan daging dan telur. Budi daya
ternak unggas pedaging akan berhasil apabila peternak mampu mengelolanya
dengan baik
seperti kemampuan manajemen yang baik, mulai dari pemilihan jenis dan karakteristik
bibit, manajemen pakan, manajemen pemeliharaan, manajemen panen, serta pasca panen.
Jenis ternak unggas yang banyak
dibudidayakan di Indonesia yakni ayam ras (broiler), ayam buras (ayam kampung/
lokal), bebek (peking, hibrida, dan entog). Namun untuk jenis ternak unggas
yang baru dipelihara secara intensif yaitu ayam broiler. Dari setiap jenis
unggas memiliki karakteristik yang berbeda pula, mulai dari bentuk fisik sampai
kandungan nutrisi pada produk yang dihasilkan.
Ada berbagai macam jenis dan
karakteristik ternak unggas pedaging yang dibudi dayakan di Indonesia sebagai
berikut.
Ayam
ras pedaging (Broiler)
Ayam
ras pedaging atau biasa disebut ayam broiler, jenis ayam ini merupakan jenis ras
unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas
tinggi. Tujuan budi daya ayam broiler adalah untuk menghasilkan daging ayam
dalam waktu yang cepat dan relatif singkat (5-7 minggu).
Ayam
broiler memiliki ciri khas yang berbeda dengan unggas pedaging lainnya yaitu pertumbuhan
relatif cepat sebagai penghasil daging, pemakaian ransum rendah, siap potong
pada umur muda, menghasilkan daging yang berlemak, serta memiliki wana kulit
dan daging putih.
Produk
utama dari ayam broiler yaitu daging. Ayam broiler dipanen pada umur muda sehingga
daging yang dihasilkan memiliki warna putih dan lebih empuk dibandingkan dengan
daging jenis ayam lainnya.
Ayam Buras
Pedaging (Ayam Kampung/Lokal)
Ayam
buras atau bisa disebut juga ayam kampung merupakan jenis ayam yang umum
dipelihara oleh masyarakat, hampir dijumpai di setiap rumah. Ciri ayam buras
yaitu memiliki warna bulu yang beragam, postur tubuh ramping. Pada ayam jantan
mempunyai suara khas dan memiliki taji pada bagian kaki, mudah beradaptasi di
setiap lingkungan, serta memiliki karakter lincah dan kuat.
Ayam
buras mudah dipelihara dan tidak membutuhkan modal yang besar, sehingga banyak
masyarakat yang membudi dayakannya. Produk utama dari ayam buras yaitu daging
dan telur. Daging ayam buras memiliki tekstur yang kenyal dan alot, serta
memiliki rasa yang gurih. Seiring meningkatnya permintaan ayam kampung baik
daging maupun telurnya, ternak ayam kampung kini banyak diusahakan secara semi
intensif dan intensif. Ternak ayam kampung pun tidak hanya diambil dagingnya, melainkan
banyak yang berorientasi pada telur.
Burung Puyuh
Burung
puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan jenis unggas darat yang
memiliki ciri postur tubuh kecil, berlari cepat, warna bulu coklat dan bisa
terbang namun jarak terbang nya pendek, serta memiliki warna telur bercorak
coklat putih. Adapun keistimewaan dari burung puyuh ini mempunyai siklus hidup
yang pendek dan badan yang kecil sehingga untuk pembuatan kandang tidak perlu
memerlukan tempat yang luas.
Budi
daya ternak burung puyuh merupakan ternak yang cukup populer di Indonesia, hanya
saja untuk peternakan puyuh sekala besar di Indonesia masih belum cukup banyak
sehingga permintaan daging puyuh dipasaran masih belum terpenuhi. Peluang usaha
dibidang peternakan burung puyuh sangat tinggi.
Sumber
protein hewani yang berasal dari burung puyuh sudah cukup populer di masyarakat
yaitu daging dan telur. Puyuh mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai
salah satu sumber protein hewani. Nutrisi dari daging puyung sangat tinggi, dibandingkan
dengan ternak unggas lainnya. Pertumbuhannya pun cukup cepat dan interval generasinya
singkat dibandingkan dengan ternak ayam.
Bebek
Bebek
adalah unggas penghasil telur dan daging yang cukup potensial di samping ayam.
Pada umumnya bebek merupakan unggas yang dipelihara peternak yang bermukim di
daerah pesawahan dan dekat dengan sumber air. Lokasipemeliharaannya sesuai
dengan kebiasaan hidup bebek yang senang berada di air. Struktur anatomi tubuh
bebek pun berbeda dengan ayam. Bebek memiliki paruh pipih, selaput renang pada
sela-sela jari kaki, dan bulu tebal. Kondisi tubuh bebek merupakan ciri khas yang
peking dapat digunakan untuk membedakannya dari ayam.
Budi
daya ternak bebek selain menghasilkan telur juga dapat menghasilkan daging. Namun,
pemeliharaan bebek pedaging masih belum banyak dibudidayakan. Berbagai penyebab
diantaranya masih sulit mendapatkan bibit bebek pedaging yang berkualitas
tinggi dan seragam, serta sebagian orang masih menganggap daging bebek bercita
rasa anyir. Jenis bebek pedaging yang banyak beredar kebanyakan adalah bebek
peking dan hibrida.
Bebek
peking berasal dari Cina dan kemudian dikembangkan di Indonesia. Bebek peking
memiliki ciri yaitu bulu berwarna putih, badan lebih besar/bongsor, paruh dan
kaki berwarna jingga, pipi menonjol, mata berwarna gelap kebiruan, daging berwarna
putih kekuningan, serta tekstur daging berlemak.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar