Jumat, 09 Juni 2023

Pengertian, jenis dan karakteristik ternak unggas

 

Jenis dan Karakteristik Ternak Unggas Pedaging

 

Indonesia merupakan negara agraris. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Indonesia adalah bidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Peternakan merupakan suatu kegiatan budi daya ternak dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari ternak tersebut. Subsektor peternakan yang popular di Indonesia terbagi menjadi dua yakni ternak ruminansia (sapi, kerbau, domba, kambing, babi dan kelinci) dan unggas (ayam, bebek, dan burung puyuh).

            Industri ternak unggas juga berperan penting dalam penyediaan protein hewani seperti daging ayam dan telur untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Mengingat semakian tingginya jumlah konsumsi masyarakat maka semakin tinggi pula permintaan akan daging dan telur. Budi daya ternak unggas pedaging akan berhasil apabila peternak mampu mengelolanya

dengan baik seperti kemampuan manajemen yang baik, mulai dari pemilihan jenis dan karakteristik bibit, manajemen pakan, manajemen pemeliharaan, manajemen panen, serta pasca panen.

            Jenis ternak unggas yang banyak dibudidayakan di Indonesia yakni ayam ras (broiler), ayam buras (ayam kampung/ lokal), bebek (peking, hibrida, dan entog). Namun untuk jenis ternak unggas yang baru dipelihara secara intensif yaitu ayam broiler. Dari setiap jenis unggas memiliki karakteristik yang berbeda pula, mulai dari bentuk fisik sampai kandungan nutrisi pada produk yang dihasilkan.

            Ada berbagai macam jenis dan karakteristik ternak unggas pedaging yang dibudi dayakan di Indonesia sebagai berikut.

 

Ayam ras pedaging (Broiler)

Ayam ras pedaging atau biasa disebut ayam broiler, jenis ayam ini merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi. Tujuan budi daya ayam broiler adalah untuk menghasilkan daging ayam dalam waktu yang cepat dan relatif singkat (5-7 minggu).



Ayam broiler memiliki ciri khas yang berbeda dengan unggas pedaging lainnya yaitu pertumbuhan relatif cepat sebagai penghasil daging, pemakaian ransum rendah, siap potong pada umur muda, menghasilkan daging yang berlemak, serta memiliki wana kulit dan daging putih.

Produk utama dari ayam broiler yaitu daging. Ayam broiler dipanen pada umur muda sehingga daging yang dihasilkan memiliki warna putih dan lebih empuk dibandingkan dengan daging jenis ayam lainnya.

 

Ayam Buras Pedaging (Ayam Kampung/Lokal)

Ayam buras atau bisa disebut juga ayam kampung merupakan jenis ayam yang umum dipelihara oleh masyarakat, hampir dijumpai di setiap rumah. Ciri ayam buras yaitu memiliki warna bulu yang beragam, postur tubuh ramping. Pada ayam jantan mempunyai suara khas dan memiliki taji pada bagian kaki, mudah beradaptasi di setiap lingkungan, serta memiliki karakter lincah dan kuat.



Ayam buras mudah dipelihara dan tidak membutuhkan modal yang besar, sehingga banyak masyarakat yang membudi dayakannya. Produk utama dari ayam buras yaitu daging dan telur. Daging ayam buras memiliki tekstur yang kenyal dan alot, serta memiliki rasa yang gurih. Seiring meningkatnya permintaan ayam kampung baik daging maupun telurnya, ternak ayam kampung kini banyak diusahakan secara semi intensif dan intensif. Ternak ayam kampung pun tidak hanya diambil dagingnya, melainkan banyak yang berorientasi pada telur.

 

Burung Puyuh

Burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan jenis unggas darat yang memiliki ciri postur tubuh kecil, berlari cepat, warna bulu coklat dan bisa terbang namun jarak terbang nya pendek, serta memiliki warna telur bercorak coklat putih. Adapun keistimewaan dari burung puyuh ini mempunyai siklus hidup yang pendek dan badan yang kecil sehingga untuk pembuatan kandang tidak perlu memerlukan tempat yang luas.



Budi daya ternak burung puyuh merupakan ternak yang cukup populer di Indonesia, hanya saja untuk peternakan puyuh sekala besar di Indonesia masih belum cukup banyak sehingga permintaan daging puyuh dipasaran masih belum terpenuhi. Peluang usaha dibidang peternakan burung puyuh sangat tinggi.

Sumber protein hewani yang berasal dari burung puyuh sudah cukup populer di masyarakat yaitu daging dan telur. Puyuh mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein hewani. Nutrisi dari daging puyung sangat tinggi, dibandingkan dengan ternak unggas lainnya. Pertumbuhannya pun cukup cepat dan interval generasinya singkat dibandingkan dengan ternak ayam.

 

Bebek

Bebek adalah unggas penghasil telur dan daging yang cukup potensial di samping ayam. Pada umumnya bebek merupakan unggas yang dipelihara peternak yang bermukim di daerah pesawahan dan dekat dengan sumber air. Lokasipemeliharaannya sesuai dengan kebiasaan hidup bebek yang senang berada di air. Struktur anatomi tubuh bebek pun berbeda dengan ayam. Bebek memiliki paruh pipih, selaput renang pada sela-sela jari kaki, dan bulu tebal. Kondisi tubuh bebek merupakan ciri khas yang peking dapat digunakan untuk membedakannya dari ayam.



Budi daya ternak bebek selain menghasilkan telur juga dapat menghasilkan daging. Namun, pemeliharaan bebek pedaging masih belum banyak dibudidayakan. Berbagai penyebab diantaranya masih sulit mendapatkan bibit bebek pedaging yang berkualitas tinggi dan seragam, serta sebagian orang masih menganggap daging bebek bercita rasa anyir. Jenis bebek pedaging yang banyak beredar kebanyakan adalah bebek peking dan hibrida.

Bebek peking berasal dari Cina dan kemudian dikembangkan di Indonesia. Bebek peking memiliki ciri yaitu bulu berwarna putih, badan lebih besar/bongsor, paruh dan kaki berwarna jingga, pipi menonjol, mata berwarna gelap kebiruan, daging berwarna putih kekuningan, serta tekstur daging berlemak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...