Minggu, 05 November 2023

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS




PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

Perencanaan  (Planning)  adalah suatu rangkaian persiapan tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis-garis besar atau petunjuk yang harus diikuti jika menginginkan hasil yang baik sebagaimana yang direncanakan. Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan, merumuskan tujuan dan mengatur pendayagunaan manusia, material, metode dan waktu secara efektif dalam rangka mencapai tujuan.

Langkah-langkah untuk membuat suatu rencana adalah:

   1.   Menetapkan tugas dan tujuan

   2.   Mengobservasi dan menganalisis

   3.   Mengadakan kemungkinan-kemungkinan

   4.   Membuat sintesa

   5.   Menyusun rencana

 

Perencanaan dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu dan ruang lingkup.

   1.   Menurut Jangka Waktu

Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi:

a.   Perencanaan jangka panjang

b.   Perencanaan jangka pendek

   2.   Menurut Ruang Lingkup

Menurut ruang lingkupnya, perencanaan dapat dibagi menjadi 3 macam:

a.   Perencanaan fisik

b.   Perencanaan fungsional

c.   Perencanaan menyeluruh

 

Kegiatan usaha peternakan, termasuk kegiatan usaha ternak unggas bertujuan memelihara ternak untuk diambil manfaatnya sebesar-besarnya bagi kesejahteraan manusia dan alam sekitarnya. Bermacam-macam manfaat yang dapat diperoleh dari usaha peternakan. Bagi peternak pada umumya, pemeliharaan ternak unggas bertujuan memperoleh pendapatan atau penghasilan yang melebihi total biaya yang dikeluarkan. Dengan kata lain, laba usaha adalah salah satu tujuan dari usaha ternak unggas.


 

PENENTUAN SKALA RENCANA USAHA TERNAK UNGGAS

Penentuan skala usaha ternak unggas tentunya dilakukan setelah menentukan atau memilih jenis komoditas ternak unggas yang akan dipelihara, yaitu unggas pedaging (ayam pedaging/broiler) atau unggas petelur (ayam petelur/layer).

 



 

Menentukan skala usaha ternak unggas berarti menentukan berapa ekor ternak unggas yang akan dipelihara agar usaha dapat berjalan dengan lancar, terus-menerus, dan menguntungkan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan skala usaha ternak unggas, yaitu:



 

 

 

 

KEBUTUHAN/PERMINTAAN PASAR

Pasar merupakan faktor penting dalam menentukan arah dan skala usaha. Percuma memelihara ternak unggas dalam jumlah besar jika hasil produksi tidak bisa dipasarkan. Jumlah pemeliharaan ternak unggas hendaknya sesui dengan kapasitas pasar atau kemampuan memasarkan. Suplay yang melebihi permintaan dapat mengakibatkan harga jatuh dan itu berarti kerugian bagi peternak. Maka dari itu, sebelum beternak terlebih dahulu perlu  dilakukan survey pasar. Dimulai dari jumlah yang kecil dahulu untuk kemudian bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasar.



        
KETERSEDIAAN MODAL


Jumlah ternak unggas yang akan dipelihara tergantung pada besar-kecilnya modal yang dimiliki. Semakin besar modal (uang) semakin banyak pula ternak unggas yang dapat dipelihara asalkan faktor-faktor lain mendukung. Sebaliknya, semakin kecil modal, jumlah ternak unggas yang dapat dipelihara juga semakin sedikit. Modal untuk usaha ternak unggas yang digunakan adalah modal investasi dan modal kerja.


KETERSEDIAAN LAHAN 



Jika menghendaki usaha ternak unggas dengan kandang milik sendiri, maka ternak unggas dengan kepadatan kandang 10 ekor per meter persegi (1:10), maka untuk pemeliharaan 1.000 ekor dibutuhkan lahan untuk kandang seluas 1.000/10 = 100 m2. Jika kandang tingkat 2, maka luas tiap lantai adalah 50 m2. Namun, perlu dibangun pula mess karyawan (anak kandang), gudang pakan, tempat mencuci tempat pakan dan minum serta peralatan pakan, saluran drainase, dan gudang tempat penyimpanan alat.

KAPASITAS KANDANG 





Jika kandang sudah tersedia, kapasitas kandang dan jumlah perlengkapan menentukan skala usaha. Misalkan, luas kandang adalah 100 m2 maka populasi ayam broiler (pedaging) sekitar 100 x10 ekor = 1.000 ekor,  sampai bobot panen rata-rata 1,5 kg/ekor. Bentuk dan sistem kandang juga mempengaruhi jumlah kapasitas kandangnya. Pada kandang dengan sistem full closed house kapasitas maksimal yang bisa dicapai 32-35 kg/m2. Pada kandang yang menggunakan nipple drinker juga dapat menambah kapasitas kandang 10-20 % dari total kapasitas yang terpasang.


        EFISIENSI BIAYA  PRODUKSI 



Efisiensi produksi terkait dengan jumlah tenaga kerja dan penggunaan bahan bakar pemanas. Misalkan, untuk memelihara ayam broiler 1.000 ekor sebenarnya belum memerlukan tenaga kerja tetapi cukup dikerjakan sendiri. Idealnya 1 orang tenaga kerja mampu menangani minimal 5.000 ekor ayam broiler karena pada kandang semi ataupun full closed housed efisiensi penggunaan tenaga kerja terlihat nyata. 1 orang tenaga kerja dapat menghandle 10.000 hingga 25.000 ekor ayam broiler.


 

 

KEBUTUHAN SARANA PRASARANA PADA USAHA TERNAK UNGGAS

Salah satu aspek yang perlu direncanakan sebelum memulai usaha adalah kebutuhan sarana prasarana produksi ternak unggas. Sarana prasarana produksi yang tersedia sangat  menentukan keberhasilan dalam usaha ternak unggas.  Semakin lengkap dan terpenuhinya sarana prasarana produksi untuk kegiatan sehari-hari, kemungkinan berhasil dalam usaha ternak unggas semakin tinggi. Ketersediaan dan kelengkapan sarana prasarana produksi memerlukan perencanaan matang, baik berupa jenis maupun perhitungan jumlah yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan ternak unggas. Jenis dan jumlah sarana produksi yang dibutuhkan oleh setiap peternakan tentunya berbeda-beda. Kebutuhan sarana produksi tergantung dari jenis ternak unggas yang dipelihara, sistem pemeliharaan, skala pemeliharaan, teknologi yang digunakan serta modal yang dimiliki. Beberapa sarana produksi yang biasa dipergunakan untuk usaha ternak unggas sebagai berikut:

 


TANAH/LAHAN USAHA

Sebelum memulai usaha, perlu direncanakan dengan matang tentang pemilihan lokasi dan lahan yang sesuai dengan kondisi kebutuhan ternak namun tidak mengganggu lingkungan masyarakat. Status lahan juga harus diperhatikan apakah milik pribadi/perusahaan atau sewa, apabila sewa harus memperhatikan keberlangsungan usaha dan kondisi kandang/bangunan, jadi minimal lama waktu sewa selama 5 (lima) tahun.



BIBIT UNGGAS 

            Bibit yang dimaksud  dalam usaha unggas pedaging adalah DOC (Day Old Chick). DOC dapat diperoleh dari Poultry Shop atau tempat pembibitan  unggas (breeding Farm). Contoh pemeliharaan DOC tertera pada gambar

 




KANDANG DAN BANGUNAN 

a.   Jenis Bangunan

1)     Kandang ternak unggas.

2)     Gudang penyimpanan bahan baku, gudang pakan, gudang peralatan, ruang penyimpanan telur dan tempat penyimpanan obat.

3)     Penampungan air bersih.

4)     Penampungan dan saluran pembuangan limbah.

5)     Bangunan kantor untuk urusan administrasi.

b.   Konstruksi Bangunan

1)     Luasan bangunan dapat memenuhi daya tampung ternak sesuai tujuan pemeliharaan.

2)     Untuk menjamin masuknya udara segar dengan leluasa kedalam kandang dan keluarnya udara kotor/berdebu secara bebas dari kandang

3)     Memiliki saluran pembuangan limbah.

4)     Terbuat dari bahan yang ekonomis, kuat dan mudah didapat namun dapat menjamin kemudahan pemeliharaan, pembersihan dan desinfeksi kandang.

5)     Bahan dan kontruksi kandang menjamin ternak terhindar dari kecelakaan dan kerusakan fisik.



 

 


PAKAN UNGGAS 

Pakan ternak unggas merupakan faktor yang sangat penting dan mutlak harus ada untuk meningkatkan produksi seperti halnya makanan pada manusia. Pakan ternak unggas yang baik adalah pakan yang mengadung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Protein merupakan unsur utama  dalam pertumbuhan dan pemeliharaan organ tubuh, sedangkan karbohidrat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan energi atau tenaga.


VAKSIN, OBAT-OBATAN, VITAMIN DAN DESINFEKTAN (VVOD)

Ada petatah mengatakan “lebih baik mencegah dari pada mengobati “. Pepatah semacam ini berlaku bagi usaha ternak unggas. Salah satu cara pencegahan terhadap penyakit ayam adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah Obat-obatan diberikan untuk mengobati atau memberi penanganan apabila ayam sudah terkena suatu penyakit. Vitamin bisa diberikan pada saat ayam memerlukan terutama menghadapi tekanan aau stressor kondisi lingkungan, misalnya saat DOC datang atau setelah vaksinasi.


ALAT DAN MESIN PETERNAKAN 

Usaha peternakan hendaknya memiliki sejumlah peralatan pemeliharaan sesuai dengan kapasitas/jumlah ternak yang dipelihara. Terdapat banyak bahan alat dan mesin peternakan yang dapat dipilih. Pertimbangannya, alat dan mesin tersebut mudah digunakan dan dibersihkan serta tidak mudah berkarat. Alat yang diperlukan antara lain:

1)      Tempat pakan (feeder)

2)      Tempat Minum (waterer)

3)      Alat pembersih kandang seperti ember, sekop, sapu, sabit, garpu dan sprayer

4)      Peralatan kesehatan

5)      Timbangan

6)      Alat pencampur bahan baku pakan

 

 


SARANA AIR BERSIH

 

Usaha peternakan secara mutlak memerlukan air bersih. Ternak unggas membutuhkan air minum setiap hari dan seumur hidup. Air yang digunakan harus memenuhi baku mutu air yang sehat yang dapat diminum oleh manusia dan ternak serta tersedia sepanjang tahun. Air juga digunakan sebagai sarana kebersihan kandang dan lingkungan.


SUMBER ENERGI 

Sebagai penghangat kandang pada pemeliharan ternak unggas, terutama untuk anak unggas yang belum lengkap pertumbuhan bulu diperlukan energi berupa panas yang bersumber dari energi listrik, gas atau batu bara. Sumber energi listrik diperlukan sebagai sumber panas dan penerang kandang saat malam hari. Sumber daya energi ini sangat mendukung perkembangan peternakan. Sebagai upaya pencegahan terhadap pemadaman listrik diperlukan generator listrik.

 

SARANA 

Sarana transportasi ini berfungsi sebagai alat angkutan bibit, pakan, hasil panen dan kegiatan administrasi lainnya. Peralatan transportasi pendukung  kegiatan usaha ternak unggas seperti truk, kendaraan roda dua, dan roda/gerobak.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...