Minggu, 11 Juni 2023

Materi Pakan Ternak Unggas : MEMFORMULASIKAN PAKAN

 

MEMFORMULASIKAN PAKAN

 

  1. Bentuk Pakan Yang Dihasilkan Ditentukan

Bentuk pakan unggas terdapat 3 macam yaitu tepung (mash), pellet dan crumble (butiran). Untuk pakan bentuk mash tidak perlu kriteria khusus, atinya semua bahan pakan bisa digunakan untuk menyusun pakan. Pakan bentuk pellet dan crumble memerlukan bahan pakan sebagai perekat, yang umumnya menggunakan tepung gaplek (casava). Pakan berbentuk crumble merupakan bentuk pellet yang dihancurkan. Pemilihan bentuk pakan akan mempengaruhi bahan pakan yang akan dibuat. Sebelum membuat fromulasi, harus ditentukan dulu bentuk pakan yang akan dibuat. Hal ini berkaitan dengan bahan baku pkan yang akan dipilih dalam fromulasi pakan.

 

B. Premix   Dan   Imbuhan Pakan   Digunakan   Sesuai  Kebutuhan Ditentukan

 

Premix mineral yang digunakan dalam formulasi sekitar 1-2% dari total formulasi. Khusus untuk pakan petelur fase layer yang memerlukan Ca dan P tinggi ditambahkan sumber mineral yaitu tepung kerang atau tepung kapur atau tepung tulang. Imbuhan pakan berupa growth promotor (hormon dan antibiotika sejak 2018 dilarang pengggunaannya oleh pemerintah). Bahan imbuhan yang diperbolehkan adalah cocidiostat, pewarna, aroma dan anti oxidant.

 

C.   Bahan  Pakan  Disusun  Menjadi  Pakan  Sesuai  Dengan Kebutuhan Zat Makanan

 

Formulasi pakan ternak unggas adalah penerapan pengetahuan tentang komposisi gizi, bahan pakan dan ternak di dalam pengembangan pakan yang bergizi yang akan diberikan dan dikonsumsi oleh ternak unggas dalam jumlah tertentu, cukup untuk memenuhi kebutuhan, dan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan pemeliharaan. Formulasi  pakan bagi ternak unggas tidak lain bertujuan untuk mensuplai gizi yang meliputi energi, protein, vitamin dan mineral agar kebutuhannya terpenuhi sesuai dengan tujuan pemeliharaan. 

Formulasi pakan dapat dilakukan antara lain dengan metode:

Metode Coba-coba (Trial and Error Method) dengan prinsip least cost formula (formula dengan biaya termurah), Metode Segi Empat Pearson (Pearson’s Square Method), Program komputer

 

  1. Metode Coba-coba (Trial and Error Method)

Trial & error method ini tidak lain  merupakan modifikasi formula ransum yang sudah ada dengan mensubstitusi/mengganti satu atau lebih bahan pakan  yang digunakan  dengan bahan pakan lain. Bahan pakan pengganti harus memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan bahan pakan yang diganti. Hal ini dimaksudkan apabila suatu ketika bahan pakan yang biasa digunakan tidak ada di pasaran dapat digantikan dengan bahan pakan lain yang memiliki kandungan nutrisi hampir sama. Prinsip formulasi menguunakan least cost formula yaitu biaya termurah. Contoh penggunaan metode coba-coba dalam formulasi pakan ternak unggas (Layer) dengan tahapan sebagai berikut :

Buatlah tabel daftar bahan pakan dengan program excel, kandungan nutrisi minimal terdiri dari (Bahan kering, protein, energi ME, Ca, P), dengan program excel bisa diurutkan harganya berdasarkan kandungan protein atau energinya.

·         Untuk menghitung harga protein per persen protein dihitung dengan harga dibagi kandungan protein. Misal bungkil kedelai harga per kg Rp6.500,-, kandungan protein 36% maka harga per persen protein = 6500/36 =Rp175,7.

·         Kandungan energinya 2120 kkal/kg, maka harga per ME = 6500/2120 =Rp3


Tabel 9. Komposisi Nutrisi Bahan Pakan Ternak Unggas Dan Harga Energy per ME

No

Bahan Pakan

harga/kg

BK (%)

ME Kkal/kg

Harga /ME

PK (%)

harga per PK

Lisin (%)

Meth (%)

SK (%)

Lemak (%)

Ca (%)

P (%)

batas aman (%)

1

Kapur

1500

99

0

0,00

0

0

0

0

0

0

38

0

7

2

MonoCalsium Phospat

2000

99

0

0,00

0

0

0

0

0

0

16

22,5

7

3

Mineral premix

7000

98

0

0,00

0

0

0

0

0

0

48

15

15

4

Onggok

2000

90,1

2950

0,68

2,8

714,3

0

0

8,26

0,67

0,2

0,16

7

5

Dedak padi 1-9% serat

2500

89,9

2950

0,85

13,6

183,8

0,65

0,27

6,1

15,6

2,33

1,57

5

6

Dedak padi 9-15% serat

2000

89,2

2200

0,91

13,3

150,4

0,63

0,27

11,9

10,2

2,35

1,58

5

7

Jagung kuning

3250

89

3350

0,97

8,5

382,4

0,22

0,2

2,1

3,8

0,02

0,28

30

8

Biji kapas

3000

92

2920

1,03

23

130,4

0

0

19,1

21,3

0,2

0,73

30

9

Bungkil inti sawit

3500

89

3128

1,12

15,3

228,8

0,52

0,34

17,2

6

0,47

0,72

40

10

Minyak sawit

10000

76,6

8600

1,16

15,3

653,6

0

0

0

57,2

0

0

30

11

Dedak jagung (37% pati)

3000

89

2520

1,19

12

250

0,49

0,23

6

5,8

0,1

0,5

2

12

bungkil kacang tanah

4000

90

2500

1,60

42

95,24

1,26

0,45

12

7,3

0,16

0,56

5

13

Dedak gandum

3000

86,6

1710

1,75

15,2

197,4

0,61

0,25

9,2

3,6

0,11

1,15

15

14

Kedelai sangrai

7000

88,5

3300

2,12

37

189,2

2,27

0,51

5,8

18,8

0,23

0,52

5

15

Bungkil biji kapas

5000

93

2320

2,16

40,9

122,2

1,59

0,55

12

3,9

0,2

1,05

30

16

tepung darah

7000

90,6

3020

2,32

87,5

80

1,14

2,27

0

0,6

0,17

0,17

50

17

Bungkil kedelai 44/7

6500

86,6

2120

3,07

43

151,2

2,75

0,65

6,5

1,8

0,3

0,65

7

18

tepung ikan

14000

92

2820

4,96

65

215,4

7,5

2,8

2,36

5,6

6

14,5

5

19

L Lisine

30000

98,5

3730

8,04

94,5

317,5

78

0

0

0

0

0

3

20

DL Methionine

50000

99,7

2360

21,19

58

862,1

0

99

0

0

0

0

3

 

 

Tabel 10. Komposisi Nutrisi Bahan Pakan Ternak Unggas dan harga per Kg

No

Bahan Pakan

harga/kg

BK (%)

ME Kkal/kg

Harga /ME

PK (%)

harga per PK

Lisin (%)

Meth (%)

SK (%)

Lemak (%)

Ca (%)

P (%)

batas aman (%)

1

Kapur

1,500

99

0

0.00

0

0

0

0

0

0

38

0

7

2

MonoCalsium Phospat

2,000

99

0

0.00

0

0

0

0

0

0

16

22.5

7

3

Dedak padi 9-15% serat

2,000

89.2

2,200

0.91

13.3

150.4

0.63

0.27

11.9

10.2

2.35

1.58

30

4

Onggok

2,000

90.1

2950

0.68

2.8

714.3

0

0

8.26

0.67

0.2

0.16

5

5

Dedak padi 1-9% serat

2,500

89.9

2,950

0.85

13.6

183.8

0.65

0.27

6.1

15.6

2.33

1.57

30

6

Biji kapas

3,000

92

2,920

1.03

23

130.4

0

0

19.1

21.3

0.2

0.73

5

7

Dedak gandum

3,000

86.6

1,710

1.75

15.2

197.4

0.61

0.25

9.2

3.6

0.11

1.15

30

8

Dedak jagung (37% pati)

3,000

89

2,520

1.19

12

250

0.49

0.23

6

5.8

0.1

0.5

30

9

Jagung kuning

3,250

89

3,350

0.97

8.5

382.4

0.22

0.2

2.1

3.8

0.02

0.28

50

10

Bungkil inti sawit

3,500

89

3,128

1.12

15.3

228.8

0.52

0.34

17.2

6

0.47

0.72

5

11

bungkil kacang tanah

4,000

90

2,500

1.60

42

95.24

1.26

0.45

12

7.3

0.16

0.56

5

12

Bungkil biji kapas

5,000

93

2,320

2.16

40.9

122.2

1.59

0.55

12

3.9

0.2

1.05

5

13

Bungkil kedelai 44/7

6,500

86.6

2,120

3.07

43

151.2

2.75

0.65

6.5

1.8

0.3

0.65

40

14

Mineral premix

7,000

98

0

0.00

0

0

0

0

0

0

48

15

15

15

tepung darah

7,000

90.6

3,020

2.32

87.5

80

1.14

2.27

0

0.6

0.17

0.17

2

16

Kedelai sangrai

7,000

88.5

3,300

2.12

37

189.2

2.27

0.51

5.8

18.8

0.23

0.52

7

17

Minyak sawit

10,000

76.6

8,600

1.16

15.3

653.6

0

0

0

57.2

0

0

7

18

tepung ikan

14,000

92

2820

4.96

65

215.4

7.5

2.8

2.36

5,6

6

14,5

15

19

L Lisine

200,000

98.5

3,730

53.62

94.5

2116

78

0

0

0

0

0

3

20

DL Methionine

200,000

99.7

2,360

84.75

58

3448

0

99

0

0

0

0

3


 

Tabel 11. Komposisi Nutrisi Bahan Pakan Ternak Unggas dan harga protein per PK (Protein Kasar)

No

Bahan Pakan

harga/kg

BK (%)

ME Kkal/kg

Harga /ME

PK (%)

harga per PK

Lisin (%)

Meth (%)

SK (%)

Lemak (%)

Ca (%)

P (%)

batas aman (%)

1

Kapur

1500

99

0

0

0

0

0

0

0

0

38

0

7

2

MonoCalsium Phospat

2000

99

0

0

0

0

0

0

0

0

16

22,5

7

3

Mineral premix

7000

98

0

0

0

0

0

0

0

0

48

15

15

4

tepung darah

7000

90,6

3020

2,318

87,5

80

1,14

2,27

0

0,6

0,17

0,17

7

5

bungkil kacang tanah

4000

90

2500

1,6

42

95

1,26

0,45

12

7,3

0,16

0,56

5

6

Bungkil biji kapas

5000

93

2320

2,155

40,9

122

1,59

0,55

12

3,9

0,2

1,05

5

7

Biji kapas

3000

92

2920

1,027

23

130

0

0

19,1

21,3

0,2

0,73

30

8

Dedak padi 9-15% serat

2000

89,2

2200

0,909

13,3

150

0,63

0,27

11,9

10,2

2,35

1,58

30

9

Bungkil kedelai 44/7

6500

86,6

2120

3,066

43

151

2,75

0,65

6,5

1,8

0,3

0,65

40

10

Dedak padi 1-9% serat

2500

89,9

2950

0,847

13,6

184

0,65

0,27

6,1

15,6

2,33

1,57

30

11

Kedelai sangrai

7000

88,5

3300

2,121

37

189

2,27

0,51

5,8

18,8

0,23

0,52

2

12

Dedak gandum

3000

86,6

1710

1,754

15,2

197

0,61

0,25

9,2

3,6

0,11

1,15

5

13

tepung ikan

14000

92

2820

4,965

65

215

7,5

2,8

2,36

5,6

6

14,5

15

14

Bungkil inti sawit

3500

89

3128

1,119

15,3

229

0,52

0,34

17,2

6

0,47

0,72

5

15

Dedak jagung (37% pati)

3000

89

2520

1,19

12

250

0,49

0,23

6

5,8

0,1

0,5

30

16

L Lisine

30000

98,5

3730

8,043

94,5

317

78

0

0

0

0

0

50

17

Jagung kuning

3250

89

3350

0,97

8,5

382

0,22

0,2

2,1

3,8

0,02

0,28

7

18

Minyak sawit

10000

76,6

8600

1,163

15,3

654

0

0

0

57,2

0

0

5

19

Onggok

2000

90,1

2950

0,678

2,8

714

0

0

8,26

0,67

0,2

0,16

3

20

DL Methionine

50000

99,7

2360

21,19

58

862

0

99

0

0

0

0

3

 

 


a. Menyusun formula secara manual

·         Langkah 1. Buatlah tabel bantu seperti tabel 7

·         Langkah 2. Cadangkan 2% untuk mineral dan vitamin. Untuk pakan ayam petelur dewasa bisa dicadangkan sekian  5-10%% untuk kapur atau tepung kerang.

·         Langkah 3. Tambahkan bahan yang diinginkan dalam jumlah persentase minimum dalam pakan, misal tepung darah sebanyak 2%.

·         Langkah 4 Tambahkan 30% bahan yang mempunyai kandungan energi lebih tinggi dari yang dibutuhkan pada ransum yang akan disusun, pilih bahan yang harga energinya per ME paling murah, tetapi jangan melebihi batas aman maksimum. Misal : penggunaan dedak pada ayam broiler dibatasi tidak lebih dari 30% karena akan menaikkan kadar serat kasar diatas kebutuhan.

·         Langkah 5. Tambahkan 18% bahan yang memiliki kandungan protein lebih tinggi dari protein yang dibutuhkan, pilih bahan dengan harga protein paling murah tetapi jangan melebihi batas aman maksimum.

·         Langkah 6. Tambahkan sejumlah persentase, bahan baku sumber energi, jumlahkan  berapa nutrisi pakan dan bandingkan dengan total kebutuhan nutrisi. Pilih dan tambahkan 10% bahan yang kekurangan. Teruskan menambah 10% dan seterusnya sampai mencapai 100%.

·         Langkah 7. Kadang-kadang diperlukan untuk mengganti beberapa bahan dengan yang lain untuk mencapai perbandingan (tingkat) yang diinginkan dari energi, protein dll.

·         Harga per kg pakan dihitung dengan mengalikanabahan baku dengan harga per kg dibagi jumlah bahan baku. Misal dedak Rp2500 per Kg, pada formulasi ditambahkan 30%, maka harga dalam ransum = 30/100 x 2500=Rp750,-

 

Tabel 12. Format Bantu Formulasi dengan Metode Coba-coba

No.

Bahan Baku

Jumlah (%)

CP (%)

ME (kkal/kg)

Ca (%)

P (%)

Harga/kg pakan (Rp)

Batas aman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Tabel 13. Contoh Formulasi Ayam broiler

No

Bahan Pakan

Porsi (%)

BK(%)

ME

Kkal/kg

PK

(%)

SK

(%)

Lemak

(%)

Ca

(%)

P

(%)

harga pakan (Rp)

1

Mineral premix

1

0.98

0

0.00

0.00

0.01

0.48

0.15

70

2

Onggok

5

4.51

148

0.14

0.41

0.05

0.01

0.01

100

3

Jagung kuning

30

26.70

1,005

2.55

0.63

0.30

0.01

0.08

975

4

Dedak padi 1-9% serat

24

21.58

708

3.26

1.46

0.24

0.56

0.38

600

5

Minyak sawit

7

5.36

602

1.07

0.00

0.07

0.00

0.00

700

6

Bungkil biji kapas

5

4.65

116

2.05

0.60

0.05

0.01

0.05

250

7

Bungkil kedelai 44/7

20

17.32

424

8.60

1.30

0.20

0.06

0.13

1,300

8

tepung ikan

6

5.52

169

3.90

0.14

0.06

0.36

0.87

840

9

tepung darah

2

1.81

60

1.75

0.00

0.02

0.00

0.00

140

 

Ransum (%)

100

88.43

3,232

23.32

4.55

1.00

1.49

1.67

4,975

 

kebutuhan pakan broiler

100

88

3200

23

5

5

0.9

0.7

6600

 

b. Formulasi dengan Program Excel

1). Tabel bahan pakan

Buat table kandungan nutrisi bahan pakan dengan program excel yang berisi kandungan air/Bahan kerin (BK), energy, protein kasar, lemak, serat kasar, Ca, P, asam amino lisin dan methionin, harga, batas aman maksimum. Gunakan format dibawah ini

 

No

Bahan Pakan

harga/kg

BK (%)

ME Kkal/kg

Harga /ME

PK (%)

harga per PK

Lisin (%)

Meth (%)

SK (%)

Lemak (%)

Ca (%)

P (%)

batas aman (%)

 

Harga pakan per ME diperoleh dengan membagi harga per kilogram bahan dibagi kandungan ME dalam bahan pakan. Demikian juga harga per protein, diperoleh dengan membagi harga bahan per kilogram dibagi dengan kandungan protein dalam bahan.

2). Formulasi

Buat  formulasi pakan pakan ayam pedaging / ayam petelur dengan bahan baku yang sudah ditetapkan legiatan sebelumnya

·      gunakan table nutrisi yang disusun

·      urutkan harga per Kg bahan pakan dengan memblok judul, tekan fitur short and filter

·      jika ingin mengurutkan harga per Kg bahan pakan , klik pada  tanda panah dikolom harga/Kg, lalu pilih fitur from the smallest to the larges

·      beri nama sheet dengan bahan baku

·      urutkan harga per ME dengan cara yang sama, copy bahan baku dan buat sheet baru , beri nama harga per ME

·      urutkan harga per Protein Kasar (PK) dengan cara yang sama , copy bahan baku,

·      tambahkan kolom pada sebelah kanan

 

Porsi (%)

harga pakan

BK

ME

PK

Lysine

Meth

SK

Lemak

Ca

P

0

0

0.00

0

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0

0

0.00

0

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0

0

0.00

0

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0

0

0.00

0

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

19

475

17.08

560.5

2.58

0.12

0.05

1.16

2.96

0.44

0.30

0

0

0.00

0

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

Dst

100

4160

89.31

2,762.30

16.50

0.86

0.34

3.64

5.27

3.88

1.63

100

4500

88

2800

16

1.16

0.52

7

7.4

4

0.7

 

·      cadangkan bahan baku yang porsinya kecil, misal premix mineral 1-2%, tepung daran 2%

·      untuk kolom porsi diisi dengan bahan pakan yang dipilih berdasarkan harga yang termurah menurut satuan protein atau ME. Urutkan harga protein dari yang termurah sampai termahal. Pilih yang termurah sampai mencapai batas aman maksimum

·         urutkan hraga per ME, lalu pilih yang paling muran dan tentukan persentase porsinya sampai batas maksimum, demikian seterusnya sampai mencapai 100%.

·         Pada kolom harga pakan, dihitung dengan harga per kg bahan pakan, dikali posrsi dalam rangsum dibagi 100, demikian juga untuk BK, ME, PK, Lisine, Methionine, SK, Lemak,  Ca, dan P

·         Jumlahkan masing-masing kolom dan bandingkan dengan kebutuhan pakan yang kita susun, dengan cara tekan Σ (=) pada baris yang kita kehendaki, lalu sorot kolom yang akan dijumlahkan

·         Jika belum seimbang ubah posrentasi bahan pakan sampai harga dan kandungan nutrisinya mendekati nutrisi pakan yang kita susun

3. Metode Segi Empat (Pearson’s Square Method)

Pearson’s Square method atau metode segi empat merupakan sistem pencampuran pakan dengan memakai metode matematika secara sederhana. Sistem ini mencoba mengurangkan dan menambahkan komposisi zat-zat makanan yang dicampurkan. Kelemahan sistem ini adalah tidak dapat menyusun bahan pakan dan kebutuhan zat-zat makanan dalam jumlah banyak.

 

Contoh :

Susunlah pakan dengan Protein Kasar (PK) = 18% dengan komposisi bahan pakan sebagai berikut :

Basal mix (10% PK)

Protein mix (45 % PK)

Mineral mix (4%)

Jika disusun 100 kg pakan jadi, yang mengandung mineral mix = 4%, tersisa basal mix dan protein mix = 100 – 4 = 96 kg.

96 kg mengandung 18 % PK berarti kandungan PK apabila dikonversikan ke 100% akan didapat nilai sebesar : 18/96 x 100 % = 18,75 % PK

selanjutnya dilakukan metode segi empat untuk mencari komposisi campuran pakan basal mix dan protein mix sebagaimana berikut ini:

 


Nilai kandungan PK campuran ransum sebesar 18,75% diletakkan di tengah-tengah segi empat, dan diapit oleh nilai PK basal mix (10%) dan protein mix (45%). Ketentuan umum dari metode ini adalah nilai kandungan campuran pakan harus selalu berada diantara nilai bahan penyusun pakan. Apabila nilai kandungan bahan penyusun pakan semuanya lebih besar atau lebih kecil, maka tidak dapat dilakukan penyusunan pakan. Nilai kandungan bahan penyusun pakan yang lebih besar (dalam hal ini protein mix = 45%) dari nilai kandungan campuran pakan (18,75%) dikurangkan dengan nilai kandungan pakan yaitu 45% – 18,75% = 26,25%. Sedangkan nilai kandungan bahan penyusun pakan yang lebih rendah (dalam hal ini basal mix = 10%) dari nilai kandungan campuran pakan dilakukan penghitungan dengan mengurangkan nilai kandungan campuran pakan dengan nilai kandungan bahan penyusun pakan yaitu 18,75% – 10% = 8,75%.

 

Jadi supaya campuran basal mix dan protein mix mengandung 18,75% PK, maka campuran tersusun atas :

Basal mix       : 26,25/35 x 100%    = 75%

Protein total   : 8,75/35 x 100%       = 25%

 

Jadi untuk pakan jadi terdiri atas basal mix, protein mix dan mineral mix tersusun dari :

Basal mix       =  75/100 x 96 kg      =  72 kg

Protein mix    =  25/100 x 96 kg      =  24 kg

                                Subtotal             =   96 kg

                 Mineral mix               =     4 kg

             ------------------------------------------------- +

                    Total                                    = 100 kg

 

 

 

1.                Metode Komputer

Pada saat ini sudah banyak beredar software program formulasi pakan ternak unggas, diantaranya program UFFF (User Frendly Feed Formulation) dan Feedwin. Dengan menggunakan program ini, proses penghitungan formula pakan ternak unggas dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat atau sebentar. Feedwin dibuat oleh IPC Livestock Belanda. Feedwin berbasis software data base dan minimal dapat dioperasikan dengan program windows 1995. Program Feedwin tersedia dalam bentuk CD sehingga untuk menginstal diperlukan komputer yang memiliki fasilitas “CD Drive” untuk dapat menjalankan program ini harus dimasukkan data base kandungan nutrisi berbagai bahan pakan dan kebutuhan pakan yang akan disusun. Formulasi pakan ternak unggas pada prinsipnya akan mencari komposisi dengan harga termurah (Least cost formula).

2.    Studi kasus

Hasil formulasi pakan ayam broiler sbb: Kadar air 12%, energi 3200 kkal/kg, protein 22%, SK 10%, lemak 8%, lisine 1,1% , Ca 1%, P 0,7% methionine 0,43%. Pada saat diberikan ke ayam, ternyata ayam broiler pertumbuhannnya kurang baik. Apa penyebabnya? Kemungkinan penyebabnya adalah kandungan serat kasar dan lemak yang lebih tinggi dari standar. Standar serat kasar maksimum 5% dan lemak maksimum 5-7%. Serat kasar yang tinggi akan sulit dicerna oleh ayam, sehingga mempengaruhi pertumbuhan. Sedangkan kandungan lemak yang terlalu tinggi mempengaruhi kadar lemak dalak badan ayam. Disarankan kalau kadar lemak tinggi kadar energinya sedikit diturunkan.

 

  1. Jaminan Kualitas Dan Daya Simpan Pakan Ditetapkan

Untuk menjamin kualitas pakan yang dihasilkan, bahan pakan yang tersedia sebelum dibuat formulasinya sebaiknya diuji mutunya secara fisik, organoleptik , dan kimia. Uji kimia yang paling banyak digunakan adalah uji proximat. Dari hasil uji proximat dibuat daftar kandungan nutrisi bahan pakan.  Berdasarkan tabel tersebut dibuat formulasi  pakan yang akan disusun.

Pakan bisa disimpan selama 1 bulan untuk pakan ayam petelur  bentuk mash dan 3 bulan untuk pakan broiler bentuk crumble atau pellet.  Agar bisa disimpan lama formulasi pakan perlu ditambah antioksidan pada formulanya. Disamping itu kandungan air pakan harus serendah mungkin agar pakan tidak cepat rusak. Menurut SNI kandungan air maksimum pakan adlah 14%. Kandungan batas maksimum lemak dalam pakan juga harus tepat, makin tinggi kandungan lemak maka pakan akan semakin mudah tengik.

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...