Sabtu, 10 Juni 2023

Materi Pakan Ternak Unggas : Pengadaan Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

 

Pengadaan Bahan Baku Pakan Ternak Unggas



Industri pakan ternak merupakan bagian dari suatu mata rantai pada sektor peternakan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sektor peternakan adalah ketersediaan pakan ternak. Ketersediaan pakan ternak sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku pakan. Baik bahan baku pakan maupun pakan ternak yang tersedia bukan hanya terjamin dari segi kuantitasnya saja, melainkan juga dari segi kualitas. Produsen pakan ternak wajib menghasilkan dan mempertahankan kualitas pakan sesuai dengan kebutuhan ternak. Produsen harus menjamin bahwa pakan yang dihasilkan tidak membahayakan kesehatan ternak dan manusia sebagai konsumen produk peternakan.

Produsen harus menjamin bahwa semua bahan baku telah memenuhi standar kualitas, yaitu :

  • ·         Tidak terdapat benda asing pada bahan baku dan ransum.
  • ·         Butiran dan bahan lain mempunyai ukuran dan bentuk yang sesuai.
  • ·         Ransum diproduksi sesuai dengan formulasi,
  • ·         Pellet dan crumble mempunyai ukuran yang sempurna dan ketahanan yang sesuai dengan standar.
  • ·         Tidak terjadi kontaminasi silang antara ransum dengan bahan lain,
  • ·         Tidak ada kehilangan vitamin atau bahan baku mikro lainnya,
  • ·         Tidak terdapat bahan atau mikroorganisme berbahaya,
  • ·         Segregasi yang minimum,
  • ·         Pembungkus bersih dan rapi,
  • ·         Kualitas ransum sesuai dengan permintaan konsumen.

Untuk dapat menjamin hal tersebut diperlukan suatu strategi dalam pengadaan dan penerimaan bahan baku pakan ternak unggas. Pengadaan dan penerimaan bahan baku pakan merupakan aktivitas penting dalam produksi pakan ternak unggas. Hal ini karena kualitas bahan baku pakan berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil produksi pakan ternak unggas, yang akhirnya akan mempengaruhi pada keuntungan yang diperoleh dari hasil produksi pakan ternak unggas tersebut.

Strategi Pengadaan Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

Strategi pengadaan bahan baku yang dilakukan adalah menentukan spesifikasi bahan baku pakan dan melakukan pemesanan bahan baku pakan ternak unggas.

1.      Penentuan Spesifikasi Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

Untuk dapat menentukan spesifikasi bahan baku pakan ternak unggas yang akan digunakan perlu memahami tentang persyaratan bahan baku pakan ternak unggas serta mengenal jenis-jenis bahan baku pakan ternak unggas dan karakteristiknya.

        A. Persyaratan Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

Bahan baku pakan yang biasa digunakan untuk membuat pakan kebanyakan berasal dari hasil pertanian, hasil samping dan limbah industri pertanian. Ada juga yang berasal dari hasil samping dan limbah produk hewani dan perikanan. Bahan pakan tersebut tidak serta merta dapat digunakan dalam pembuatan pakan. Untuk menjamin kelangsungan produksi pakan ternak unggas, perlu dipilih bahan pakan yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai bahan baku pakan. Beberapa kriteria tersebut sebagai berikut :

-       Tidak bersaing penggunaannya dengan bahan makanan/bahan pangan manusia

-       Mudah diperoleh

-       Tersedia secara terus-menerus/kontinyu dalam jumlah yang memadai.

-       Harga bahan baku murah.

 

-                       B. Kualitas gizi bahan baku pakan.

Kualitas gizi bahan baku pakan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembuatan pakan. Ternak unggas mempunyai keterbatasan untuk mencerna bahan pakan yang kandungan serat kasarnya tinggi. Karenanya, bahan baku pakan yang mempunyai serat kasar tinggi akan semakin berkurang perannya sebagai bahan baku pakan ternak. Pemilihan bahan baku pakan yang berkualitas dapat dilakukan baik secara fisik maupun kimiawi. Pemilihan bahan pakan sacara fisik disebut dengan pemilihan bahan pakan secara organoleptik, baik secara makroskopis, maupun secara mikroskopis. Pemilihan bahan pakan secara fisik tersebut meliputi bentuk dan ukuran, warna, bau, rasa dan tingkat kontaminasinya, seperti tercampur bahan lain atau sampah, tercampur bahan pakan lain, banyak kutunya, berjamur dan sebagainya. Bahan baku pakan mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan energi yang dikandungnya sangat menentukan kualitas gizi bahan baku pakan tersebut.


2.    2.  Sumber Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

Bahan pakan ternak adalah bahan yang dapat dimakan, dicerna dan digunakan oleh ternak. Bahan pakan dapat berasal dari tanaman dan hewan. Semua bahan pakan baik yang berasal dari tanaman maupun hewan terdiri dari air dan bahan kering. Bahan kering dapat dibedakan menjadi bahan organik dan bahan anorganik. Bahan organik meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, sedangkan bahan anorganik meliputi mineral.


 Pada umumnya tanaman menjadi sumber pakan utama bagi ternak. Dalam proses fotosintesa, tanaman dapat menggunakan energi matahari untuk mensintesa zat makanan organik yang kompleks dari bahan-bahan sederhana seperti karbondioksida dalam udara dengan air dan unsur anorganik dari tanah. Bagian terbesar dari energi yang diserap tanaman disimpan dalam bentuk energi kimiawi yang dapat digunakan ternak untuk kelangsungan hidupnya atau untuk kebutuhan hidup pokok dan untuk mensintesa jaringan tubuhnya.


Bahan baku pakan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku pakan sebagai sumber energi, bahan baku pakan sebagai sumber protein (nabati dan hewani), bahan baku pakan sebagai sumber mineral, serta bahan baku pakan tambahan dan pelengkap (feed additive dan feed suplement) .

 Bahan baku pakan sebagai sumber energi

-       Padi

-       Jagung

-       Sorgum

-       Barley

-       Gandum

-       Dedak

-       Bekatul

-       Pollard

-       Corn gluten meal

-       Destilled dried grains soluble

-       Onggok

-       Tepung tapioca

-       Tepung gaplek

b)      Bahan baku pakan sebagai sumber protein nabati

-       Bungkil kelapa

-       Bungkil kedelai

-       Kacang kedelai

-       Bungkil kacang tanah

-       Bungkil biji kapuk

-       Ampas kecap

-       Biji lamtoro

-       Biji bunga matahari

-       Kacang hijau

c)      Bahan baku pakan sebagai sumber protein hewani

-       Tepung ikan

-       Tepung darah

-       Tepung daging tulang

-       Tepung bulu unggas

-       Tepung jeroan ayam

-       Tepung keong mas

-       Tepung limbah pengolahan udang dan ikan

d)     Bahan baku pakan sumber mineral

-       Sumber Calcium (Ca) bagi ayam yang banyak digunakan adalah calsium carbonat (Ca CO3) yang berasal dari kapur, kulit kerang atau karang. Diantara bahan-bahan tersebut yang biasa digunakan adalah kapur karena mudah didapat dan murah harganya. Kulit kerang dan karang mengandung Ca CO3 sebanyak 95 – 99%.

-       Tepung tulang

-       Tepung kerang

-       Kapur

-       Dikalsium fospat

-       Garam dapur

e)      Bahan baku tambahan dan pelengkap

-       Premix

-       asam amino sintetis

-       Pemacu pertumbuhan (GP)

 

3.     3. Karakteristik bahan pakan bermutu

Bahan pakan dapat pula digolongkan berdasarkan asalnya, bentuknya, dan kandungan nutrisinya.

a.       Berdasarkan asal

Berdasarkan asalnya bahan pakan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) :

-       Bahan pakan berasal dari hewan (bahan pakan hewani). Contoh : tepung daging, tepung ikan, dan tepung kerang.

-       Bahan pakan yang berasal dari tumbuhan atau disebut dengan bahan pakan nabati.

Contoh : dedak padi, ampas singkong, bungkil kedele, dedak gandum (pollard).

 

b.      Berdasarkan bentuk

Berdasarkan bentuknya bahan pakan dapat dibedakan menjadi 4 (empat) macam, yaitu:

-       Berbentuk butiran, contohnya jagung.

-       Berbentuk bongkahan/serpihan, contohnya:

·         Kungkil kedele, hasil samping dari industri minyak kedele

·         Bungkil kacang tanah, hasil samping dari industri minyak kacang tanah

·         Ampas singkong, hasil samping dari industri tepung tapioka

-       Berbentuk tepung, misalnya:

·         Tepung ikan, hasil samping dari industi pengalengan ikan

·         Tepung daging, hasil samping dari industri pemotongan hewan dan pengalengan daging

·         tepung gaplek, yaitu singkong kering yang dibuat tepung

·         Dedak padi, hasil samping dari penggilingan padi.

-       Berbentuk cair, misalnya:

·         Tetes (molasses), hasil samping dari industri gula tebu. Warna hitam seperti kecap, rasanya manis dan baunya harum.

c.       Berdasarkan Kandungan Nutrisi.

Berdasarkan kandungan nutrisinya, bahan pakan dapat digolongkan menjadi beberapa macam, yaitu:

-       Bahan Pakan Sumber Energi.

Bahan pakan ini digunakan dalam pembuatan pakan dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan energi. Beberapa bahan pakan yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ayam pedaging dan dikenal sebagai sumber energi antara lain jagung kuning, dedak padi, tepung ubi kayu, pollard, minyak nabati dan lemak hewan.

-       Bahan Pakan Sumber Protein

Penggunaan bahan baku kelompok ini terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan protein. Beberapa jenis bahan baku pakan yang sering digunakan dalam pembuatan pakan ayam pedaging dan dikenal sebagai sumber protein antara lain bungkil kacang kedele, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa, ampas kecap, tepung ikan.

-       Bahan Pakan Sumber Mineral

Beberapa jenis bahan baku yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ayam pedaging dan berfungsi sebagai sumber minaral antara lain tepung kulit kerang, tepung tulang, kapur (kalsium karbonat), (dikalsium phospat (DCP), dan garam dapur (NaCl).

-       Bahan pakan sumber vitamin
Bahan pakan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin. Contohnya sayur-sayuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERENCANAAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS

MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS PERENCANAAN KEGIATAN USAHA AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS Perencanaan   ( Planning )   ad...