Cara mengendalikan
lalat di peternakan
Bahaya Lalat Bagi Ternak Unggas
Lalat
termasuk hama bagi peternak dan dapat menyebabkan kerugian, hal apa saja
kerugian yang disebabkan oleh lalat :
a. Lalat
mengganggu ketenangan ayam, menyebabkan feses menjadi basah dan meningkatkan
gas amoniak sehingga berdampak terhadap pernapasan, meninggalkan bercak hitam
pada kandang dan peralatan kandang serta meninggalkan telur yang nantinya akan
berubah menjadi larva.
b. Lalat
berperan sebagai alat transportasi penyebaran bibit penyakit, lalat memiliki
bulu pada tubuhnya yang berfungsi mengambil atau menyebarkan bibit penyakit,
ketika lalat hinggap pada tempat sampah yang kotor kemudian hinggap pada tubuh
ayam, maka ayam tersebut sudah terkontaminasi bibit penyakit dari tempat sampah
yang dibawa oleh lalat.
Tingginya Populasi Lalat di Peternakan
Pengaruh
musim menjadi faktor utama selain faktor manajemen pemeliharaan.
a. Pengaruh
musim
Saat musim
hujan, kelembaban akan semakin tinggi karena adanya genangan-genangan air dan
berkurangnya cahaya matahari. Kondisi ini membuat lalat cepat berkembang sangat
baik. Terutama di peternakan saat musim hujan menyebabkan feses basah dan
lembab sehingga sangat kondusifuntuk lalat berkembang biak.
b. Penanganan
feses yang kurang tepat
Feses yang
dibiarkan saja dibawah kandang akan berdampak pada peningkatan populasi larva
lalat dan kadar ammonia. Agar hal ini idak terjadi peternak harus rajin
membersihkan kotoran dengan cara dikeruk kemudian dijemur, namun ketika
penjemuran alangkah baiknya feses yang sudah dimasukan kedalam karung tidak
ditumpuk karena akan menghambat proses pengeringan.
c. Manajemen
pakan
Pemberian pakan
dan minum yang asal-asalan akan menyebabkan tercecernya pakan sehingga akan
menjadi lembab dan menimbulkan bau busuk
d. Lingkungan
kandang yang kotor
Lingkungan kandang
yang kotor seperti terdapatnya tumpukan sampah, bangkai ayam, telur pecah,
selokan yang kotor akan mengundang lalat untuk berkembang biak.
Cara Mengendalikan Lalat
Secara
teknis pengendalian lalat dibagi menjadi dua yakni:
1. Pengendalian
secara fisik
Pengendalian secara
fisik meliputi memasang perangkap lalat baik berupa jebakan seperti lem ataupun listrik. Namun yang lebih baik yaitu dengan
menciptakan suasana kandang yang tidak membuat lalat menjadi nyaman apalagi sampai berkembang biak yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang dan membersihkan peralatan kandang secara berkala.
2. Pengendalian
secara kimia
Pengendalian secara
kimia dengan menggunakan obat anti lalat yang biasanya ditujukan untuk membunuh
lalat dewasa. Karena obat anti lalat termasuk dalam insektisida maka penggunaan
nya harus lebih diawasi dengan ketat mengingat obat tersebut diaplikasikan di lingkungan peternakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar