DASAR-DASAR KESEHATAN TERNAK
A.
Pengertian
Ternak Sakit
Kesehtan merupakan
salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya ternak. Menjaga kesehatan
ternak harus diperhatikan lebih serius agar ternak tetap dalam keadaan sehat
sehingga dapat hidup secara normal dan dapat berproduksi secara optimal sesuai
dengan kemampuan genetisnya. Program kesehatan pencegahan penyakit harus
dilakukan jika terdapat ternak yang sakit maka perlu segera dilakukan
penanganan dan pengobatan dengan prosedur yang benar, supaya ternak dapat
segera sembuh dan jika penyakitnya tergolong jenis penyakit menular, ternak
yang terjangkit dipisahkan atau di afkir agar penyakit tersebut tidak menular
ke ternak lainnya.
Ternak dikatakan
sakit jika organ tubuh atau fungsi organ tubuh tersebut mengalami kelainan dan
tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kelainan tersebut dapat diketahui
melalui pemeriksaan dengan indera secara langsung maupun menggunakan alat bantu.
Gejala-gejala yang diperlihatkan oleh ternak sakit, yakni sebagai berikut:
1. Tidak ada atau berkurangnya nafsu makan
2. Depresi3. Lesu4. Mata tidak bersinar5. Kulit pucat6. Bulu kusut/kusam atau tidak mengkilat7. Perubahan suhu tubuh8. Kadang-kadang disertai peradangan
Ciri-ciri umum ternak yang sehat, yakni sebagai berikut:
Sumber: https://www.majalahinfovet.com/
1. Keadaan badannya cukup berisi (tidak
kurus)
2. Bulu mengkilat dan tidak kaku
3. Lincah, aktif, berjalan dengan langkah
yang mudah dan teratur
4. Mata bersinar, terbuka dan bersih
5. Selaput lender mata tidak pucat dan
tidak berwarna merah dan kuning
6. Kulit halus dan mengkilap
7. Nafsu makan baik, memamah biak dengan
tenang
8. Panas tubuh normal
9. Pernafasan normal
10. Denyut nadi/frekuensi plusus normal
11. Tidak ada tanda-tanda penyakit khusus
seperti batuk, keluarnya ingus, bengkak, berak encer, oerut kembung, kecing
keruh, Nampak menderita nyeri dan sebagainya.
B. Pengamatan Kondisi Ternak
1. Inspeksi (melihat)
Inspeksi (melihat) digunakan untuk mengamati sikap dan kondisi umum tubuh ternak bagian luar maupun bagian yang agak dalam. Pemeriksaan dengan cara ini menggunakan indera mata secara langsung atau dengan bantuan lup untuk memperbesar penglihatan.
2. Palpasi (meraba)
Palpasi (meraba) merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan
menggunakan telapak tangan atau panggung tangan. Perabaan dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu peraban luar dan perabaan dalam, perabaan luar
dilakukan untuk merasakan adanya penebalan kulit, bulu rontok atau kemungkinan
adanya benjolan kulit dan sebagainya, sedangkan perabaan dalam dilakukan untuk
meraba organ dalam seperti uterus, ovarium, ginjal dan sebagainya.
3. Perkusi (mengetuk)
Perkusi merupakan cara pemeriksaan yang dilakukan dengan
menggunakan alat pengetuk dan bantalan pengetuk.
4. Auskultasi (mendengar)
Auskultasi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan indra pendengaran
digunakan untuk mendengarkan adanya
kelanian-kelainan bunti pada organ-organ pernapasan dan organ pencernaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar